BPPT dan Industri Strategis Kembangkan Teknologi Hankam

Selasa, 7 Juli 2015 | 07:45 WIB
AR
B
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: B1
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Luhut Pandjaitan saat mengunjungi  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin 6 Juni 2015.
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Luhut Pandjaitan saat mengunjungi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin 6 Juni 2015. (Suara Pembaruan/Ari Supriyanti Rikin /Ari Supriyanti Rikin )

Serpong - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama sejumlah industri strategis sedang mengembangkan teknologi alat pertahanan dan keamanan seperti kapal, pesawat tanpa awak (drone) dan propelan (mesiu).

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan pengembangan industri strategis merupakan keniscayaan agar menjadi bangsa yang maju, mandiri dan membutuhkan keputusan politis.

"Saat ini BPPT dan sejumlah industri strategis sedang mengembangkan kapal selam untuk sistem persenjataan (alutsista), pesawat tanpa awak (drone) dan propelan bahan peledak," katanya usai kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan di Puspitek Serpong, Senin (6/7) petang.

Unggul menambahkan pemerintah ingin menciptakan kemandirian terkait propelan. Dalam hal ini dilakukan kerja sama PT Dahana dengan BPPT untuk membuat propelan bahan peluru atau mesiu.

Dalam rencana ke depan hingga tahun 2019, ada rencana pengembangan jet tempur oleh PT Dirgantara Indonesia, pembangunan dan pengembangan kapal selam, industri propelan atau mesiu dan pengembangan roket nasional.

Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara BPPT, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah industri strategis.

Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengungkapkan ITB menyambut baik kerja sama yang digagas. ITB pun akan mendukung fasilitas laboratorium mekanikal, aero space, elektronik, teknologi informasi komunikasi, pertahanan, kelautan, eksplorasi dan iptek.

"Kita harus majukan industri pertahanan agar menjadi bangsa mandiri tidak bergantung pada negara lain. Secara otomatis kita pun memajukan penguasaan geopolitik," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon