BPPT dan Industri Strategis Kembangkan Teknologi Hankam
Selasa, 7 Juli 2015 | 07:45 WIB
Serpong - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama sejumlah industri strategis sedang mengembangkan teknologi alat pertahanan dan keamanan seperti kapal, pesawat tanpa awak (drone) dan propelan (mesiu).
Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan pengembangan industri strategis merupakan keniscayaan agar menjadi bangsa yang maju, mandiri dan membutuhkan keputusan politis.
"Saat ini BPPT dan sejumlah industri strategis sedang mengembangkan kapal selam untuk sistem persenjataan (alutsista), pesawat tanpa awak (drone) dan propelan bahan peledak," katanya usai kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan di Puspitek Serpong, Senin (6/7) petang.
Unggul menambahkan pemerintah ingin menciptakan kemandirian terkait propelan. Dalam hal ini dilakukan kerja sama PT Dahana dengan BPPT untuk membuat propelan bahan peluru atau mesiu.
Dalam rencana ke depan hingga tahun 2019, ada rencana pengembangan jet tempur oleh PT Dirgantara Indonesia, pembangunan dan pengembangan kapal selam, industri propelan atau mesiu dan pengembangan roket nasional.
Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara BPPT, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah industri strategis.
Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengungkapkan ITB menyambut baik kerja sama yang digagas. ITB pun akan mendukung fasilitas laboratorium mekanikal, aero space, elektronik, teknologi informasi komunikasi, pertahanan, kelautan, eksplorasi dan iptek.
"Kita harus majukan industri pertahanan agar menjadi bangsa mandiri tidak bergantung pada negara lain. Secara otomatis kita pun memajukan penguasaan geopolitik," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




