11 Fakta tentang Ciuman

Kamis, 2 Februari 2012 | 01:02 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Berciuman.
Berciuman. (Tina Phillips/freedigitalphotos)
Menurut Sheril Kirshenbaum, ilmuwan dan jurnalis serta penulis buku "The Science of Kissing: What Our Lips Are Telling Us", mengungkap rahasia ciuman.

Penasaran ingin tahu apa yang terjadi di dalam otak dan tubuh kita ketika kita berciuman? Bertanya-tanya apakah ciuman lebih berarti buat pasangan Anda atau Anda?

1. Ciuman bukan hanya masalah kimia
Dua orang asing secara kebetulan mungkin menemukan dirinya saling tertarik. Mereka lebih sering berciuman, hubungan mereka tumbuh karena hubungan emosional dan suasana, kata Kirshenbaum.

"Agar ciuman terasa hebat pahamilah kebutuhan dan keinginan pasangan, tidak ada satu rumus yang cocok untuk semua itu," katanya.

Lalu bagaimana agar ciuman terasa hebat bagi pasangan? Fokuslah dimana Anda meletakkan tangan atau bagaimana mengatur mood, lalu secara naluri semua akan mengalir dan Anda merasa nyaman dan aman. Itu adalah bagaimana mengekspresikan bagaimana perasaan Anda pada pasangan.

2. Berciuman datang secara natural tapi tekniknya bisa dikembangkan
Kita berciuman sejak lahir seperti halnya hewan sosial lainnya. Bonobo, sejenis Simpanse diketahui dapat berciuman sampai 12 menit secara terus menerus, sementara itu jerapah membelitkan leher, bahkan bibir ikan saling bersentuhan, kata Kirshenbaum.

Sementara banyak diantara kita yang diprogram bagaimana cara berciuman atau mempelajarinya dari televisi atau film. Namun hal yang perlu diingat adalah mengenal seseorang menumbuhkan ikatan akan membuat kemungkinan ciuman berjalan lebih baik.

3. Lokasi tepat untuk dicium
"Hal ini mungkin tergantung pada siapa Anda bertanya dan itu dipengaruhi budaya, "kata Kirshenbaum. Pelajaran seks terkenal dari India, Kama Sutra akan menyarankan bibir, serta bagian dalam mulut, payudara, tenggorokan dan tempat lain di wajah.

Ilmu lain juga memberi beberapa petunjuk, ternyata sentuhan di bibir sangat berpengaruh dibandingkan dengan lokasi lain dari tubuh kita.

"Hanya sentuhan ringan dapat merangsang bagian yang sangat besar dari otak, bahkan lebih luas dari yang diaktifkan oleh rangsangan seksual di bawah perut," tulis Kirshenbaum.

4. Manusia telah berciuman sejak berabad-abad lalu
"Bukti sastra, teks-teks Sansekerta Weda India membuktikan bahwa manusia sudah berciuman sejak 3.500 tahun lalu," kata Kirshenbaum.

Meskipun tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti mengapa orang melakukannya, ciuman mungkin telah berevolusi sejak praktek manusia purba.

"Tekanan dan stimulasi dari bibir menghasilkan hormon yang membuat kita merasa nyaman seperti oxytocin, yang sering disebut hormon cinta atau ikatan. Jadi sejak kita bayi sampai dewasa kita menikmati sensasinya," papar Kirshenbaum.

5. Ciuman adalah suatu hal yang universal
Hampir semua manusia merasa berciuman adalah sesuatu yang universal. Namun ternyata tidak semua manusia. Menurut Helen Fisher, seorang antropolog mengatakan, suku-suku Afrika Selatan merasa berciuman adalah hal yang menjijikkan dan bahwa sebelumnya tidak diketahui antara orang-orang di bagian Timur Afrika dan Amerika Selatan.

Namun, budaya yang tak mengenalnya melakukan hal-hal tentang berciuman seperti menjilat, menghisap atau pukulan di wajah seorang kekasih sebelum hubungan intim, Kirshenbaum menulis.

6. Orang Eskimo berciuman dengan menggosokkan hidung
Eskimo tidak benar-benar menggosok hidung, Kirshenbaum menulis. Tapi orang Kanada, serta Maori di Selandia Baru menggunakan hidung mereka sama dengan cara kita menggunakan bibir kita. Mereka mengendus wajah orang yang dicintai. Sebenarnya cukup sulit untuk mengendus kulit antara hidung dan bibir atas.

"Meskipun tidak ada penelitian yang cukup untuk mengatakan apakah ini praktek menjilat, menghisap atau meniup di wajah seorang, itu akan sama-sama menghasilkan bahan kimia yang memberi rasa nyaman. Jadi adalah adil untuk mengatakan bahwa kita melakukannya untuk alasan yang sama," kata Kirshenbaum.

7. Kita selalu mengingat ciuman pertama kita
Menurut penelitian Butler University, jika Anda adalah orang kebanyakan, Anda akan mengingat ciuman pertama lebih baik ketimbang saat Anda kehilangan keperawanan. Tidak diketahui apa penyebabnya, namun menurut Kirshenbaum itu mungkin karena berciuman memperkenalkan kita pada perilaku seksual dan semua keputusan penting yang mengikutinya.

"Ciuman benar-benar bekerja sebagai tes alam. Ini memberitahu kita apakah kita memutuskan untuk melanjutkan hubungan atau tidak," jelasnya.

8. Lelaki lebih suka lidah daripada perempuan
Ingat Film "Sex and the City" saat Charlotte merasa jijik ketika salah satu kencannya mulai menjilati wajahnya? Itulah perbedaan nyata antara bagaimana lelaki dan perempuan berciuman.

Ada kesenjangan jender; lelaki cenderung suka ciuman yang basah, ciuman mulut terbuka, dan perempuan tidak suka jika terlalu banyak lidah dan basah. Ada alasan lelaki melakukannya, sebuah mulut terbuka memungkinkan lelaki meningkatkan libido melalui air liur mereka.

9. Arti ciuman berbeda bagi lelaki dan perempuan
Tidak diragukan lagi, lelaki dan perempuan sama-sama menyukai ciuman. Namun lelaki dan perempuan mengartikan ciuman secara berbeda. Saat perempuan mencium lelaki, dia bisa merasa, inikah lelaki yang tepat?

Sedangkan lelaki bisa menganggap ciuman hanya sebagai seks semata. Itulah mengapa seringkali PSK (Pekerja Seks Komersial) tidak pernah mencium kliennya.

"Lelaki dapat mencium hanya sebagai sarana untuk mencapai tujuan," kata Kirshenbaum.

"Sementara itu perempuan melihat ciuman untuk menilai status hubungan."

10. Kesan pertama sangat penting
Sebuah survei di Albany menemukan, 59 persen lelaki dan 66 persen perempuan mengakhiri hubungan karena ciuman pertama yang buruk. Aktivitas ini melepaskan bahan kimia yang terkait dengan ikatan romantis dan emosional (oksitosin) dan kesenangan (dopamin). Berciuman adalah suatu cara yang baik merangsang oksitosin.

11. Aroma memegang peranan penting
"Kebersihan adalah hal penting bagi setiap orang karena itu adalah indikator pertama apakah hubungan ini layak diperjuangkan atau tidak," kata Kirshenbaum. "Jika Anda khawatir bahwa Anda kehilangan pasangan Anda, pakailah parfum atau mandilah. Namun jika Anda menghabiskan cukup waktu dengan seseorang, Anda akan mencium aroma alami tubuh mereka dan akan menyukainya dari waktu ke waktu."

Nah, selamat mencoba!

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon