Syarat Komputasi Awan: Arus Ramai dan Kontrak Jangka Panjang

Rabu, 26 Agustus 2015 | 16:17 WIB
MN
B
Penulis: Marcha Nurliana | Editor: B1
Prof. Richardus Eko Indrajit selaku Presiden International Association of Software (IASA) sekaligus pengamat IT saat ECS Tech Day 2015 di Hotel Grand Hyatt Jakarta Pusat, Rabu (26/8).
Prof. Richardus Eko Indrajit selaku Presiden International Association of Software (IASA) sekaligus pengamat IT saat ECS Tech Day 2015 di Hotel Grand Hyatt Jakarta Pusat, Rabu (26/8). (Marcha Nurliana/Marcha Nurliana)

Jakarta - Teknologi Komputasi Awan atau yang dikenal dengan cloud computing merupakan sebuah sistem yang sedang ramai dibincangkan di dunia Teknologi Informatika (TI) karena manfaat efisiensinya serta perkembangannya yang pesat. Presiden International Association of Software (IASA) sekaligus pengamat IT, Prof. Richardus Eko Indrajit, mengatakan bahwa ada dua syarat penting dalam teknologi komputasi awan yaitu guarantee traffic dan long term contract.

"Kalau tidak ada traffic yang ber-guarantee, pasti pengembalian investasinya menjadi susah, dan itu yang bisa dimanfaatkan oleh empat negara dunia yaitu Amerika Serikat, India, Tiongkok, dan Indonesia karena populasi traffic-nya tinggi dan bisa menekan cost. Syarat kedua adalah long term contract. Filosofinya adalah membangun kemitraan, artinya bermitra seumur hidup seumur organisasi itu ada," papar Indrajit di Jakarta pada Rabu (26/8).

Menurutnya, paradigma penggunaan teknologi informatika kini sudah terbalik sehingga teknologi informatika kini merupakan hal yang wajib digunakan oleh organisasi atau perusahaan

"Paradigmanya sudah berubah. Zaman sekarang, kalau perusahaan atau pemerintahan tidak menggunakan IT, bisa dicurigai tidak transparan. Masa bisa melayani customer puluhan juta tapi tidak pake IT, impossible," katanya.

Alasan penggunaan IT merupakan hal wajib digunakan masa kini karena IT sendiri mengandung hal-hal yang diperlukan di era modern ini. Menurut Indrajid, ada sembilan hal terkait nilai-nilai yang wajib diwujudkan yaitu segalanya harus transparan dan bisa dihitung, dapat direkam dan dilacak, dapat dikontrol dan diaudit, cepat serta dapat dijangkau namun berkualitas tinggi, bisa dikelola dan diatur.

"Everything should be people-oriented and sovereign oriented, reachable and implemented, integrated and equally distributed, and everything should be cost effective and efficient," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon