Penyelidikan Korupsi Pelindo Jalan Terus, 20 Saksi Diperiksa
Rabu, 16 September 2015 | 16:48 WIB
Jakarta - Bareskrim Polri tak mengendurkan langkah untuk menyelidiki dugaan korupsi pengadaan mobile crane setelah menggeledah kantor PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok pada 28 Agustus lalu.
Kendati Komjen Budi Waseso telah lengser dari jabatannya sebagai kabareskrim pascapenggeledahan yang disebut menimbulkan gaduh itu, namun korps baju cokelat itu tetap berkomitmen untuk jalan terus.
"Hari ini sudah 20 saksi yang dimintai keterangan. Untuk dokumen-dokumen penggeledahan yang didapatkan kemarin masih dilakukan penelitian," kata Kabag Penum Polri, Kombes Suharsono, di Mabes Polri, Rabu (16/9).
Kanit II Dit Tipideksus, AKBP Asri Efendi, secara terpisah menambahkan bila setiap hari pihaknya memang melakukan pemeriksaan puluhan saksi.
"Sebelum memanggil tersangka kita siapkan alat-alat bukti dulu. Biar pemanggilannya tidak berkali kali," lanjutnya.
Seperti diberitakan pengadaan mobile crane tersebut sudah bermasalah sejak mulai perencanaan. Di mana seharusnya pengajuan itu berasal dari apa yang dibutuhkan pelabunan-pelabuhan itu. Seperti pelabuhan di Bengkulu, Jambi, Palembang, Teluk Bayur, Cirebon, Banten, Panjang, dan Pontianak. Tapi, faktanya, dalam hal ini mereka tidak mengajukan.
Pelindo II secara top down yang mengadakan dan kemudian ternyata barang itu mangkrak tak dipakai hingga kini. Belum ada audit terkait potensi kerugian negara dari pengadaan mobile crane tersebut. Namun, penyidik memperkirakan kerugian negara mencapai sekira Rp 54 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




