Polisi Olah TKP di Lokasi Jatuhnya "Crane" Kampung Pulo
Jumat, 2 Oktober 2015 | 14:41 WIB
Jakarta - Pasca insiden jatuhnya crane dalam pengerjaan normalisasi Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Kamis (1/10), polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP tersebut dilakukan untuk mencari penyebab ambruknya crane.
Kapolres Jaktim, Kombes Umar Faroq mengaku telah memeriksa sembilan saksi, termasuk operator crane.
"Operator crane, inisial Z, sudah menyerahkan diri, tapi statusnya masih saksi. Untuk status tersangka harus gelar perkara dulu," ujar Umar di lokasi jatuhnya crane, Jumat (2/10).
Ia melanjutkan, korban Yuli (14), yang luka akibat tertimpa reruntuhan dari ambruknya crane belum bisa dimintai keterangan, karena kondisi kesehatannya belum stabil.
Umar juga menyayangkan tindakan pengelola proyek yang tidak melakukan koordinasi untuk pengamanan selama proses pengerjaan pada pihak kepolisian.
"Dari awal, tidak ada pengamanan dari Polsek dan Polres. Kita masih menyelidiki siapa yang back up keamanan di sekitar area proyek," tuturnya.
Selama ini, kata Umar, telah ada petugas dari kepolisian dan Satpol PP yang mengamankan kondisi Kampung Pulo, dalam rangka recovery setelah penertiban pada 20 Agustus lalu. Namun, petugas ditarik bertahap hingga belum ada lagi pengamanan khusus di area proyek pengerjaan normalisasi Kali Ciliwung.
Sementara itu, ayah korban, Bakrie (45), mengatakan, anaknya masih dalam perawatan di RSUD Budhi Asih usai menjalani operasi, karena luka di lehernya.
"Hasil rontgen, Alhamdulillah tidak ada apa-apa. Hanya benjolan di kepala sebelah kiri," ucapnya.
Menurut Bakrie, biaya perawatan anaknya telah dijamin pihak proyek sejak awal hingga sembuh total.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




