Bandara Ditutup, Ekstradisi Buronan asal India Tertunda
Rabu, 4 November 2015 | 12:15 WIB
Denpasar - Rencana ekstardisi buronan asal India Ranjedra Sadashiv Nikalje alias Chhota Rajan, yang tertangkap di Bali tertunda. Penundaan itu terjadi karena ekstradisi melalui penerbangan lewat Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup hingga Kamis (5/11).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali, Komisaris Besar Polisi Hery Wiyanto, di Denpasar, mengatakan Kepolisian India didampingi Konsulat Jenderal India di Bali telah mengunjungi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Bali menjelang ekstradisi Ranjedra Sadashiv Nikalje alias Chhota Rajan dilakukan.
"Kedatangan dua aparat Kepolisian India dan Konsulat India di Bali bertujuan memberikan dokumen asli Interpol India kepada Interpol Indonesia," katanya di Denpasar, Selasa (3/11).
Selain itu, Kepolisian India juga mencocokkan sidik jari Ranjedra yang menjadi tersangka pelaku pembunuhan belasan wanita.
"Untuk perkembangan kasus ini, kami akan serahkan kepada India," katanya.
Pihaknya belum memastikan kapan pelaku akan diterbangkan ke India, karena belum ada permintaan dari Interpol. "Kami belum tahu kapan tersangka akan dideportasi. Kami masih menunggu pemberitahuan dari pihak Interpol," ujarnya.
Pria berusia 56 tahun itu ditangkap tim gabungan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar dan Imigrasi Ngurah Rai, Minggu (25/10). Penangkapannya berawal dari informasi Interpol Indonesia yang menerima berita dari Interpol Canberra tentang adanya tersangka yang berangkat dari Sydney, Australia, pukul 10.00 waktu setempat menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA715 ke Bandara Ngurah Rai Bali.
"Surat perintah penangkapan sudah diterbitkan di India pada 12 Oktober 1994 atas nama tersangka. Pada 9 Juli 1995 Interpol rednotice nomor A-360/7-1995 telah diterbitkan. Tersangka adalah otak dari 15 hingga 20 kali pembunuhan di India," katannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




