Masyarakat Masih Awam, HIV/AIDS Ancam Natuna
Selasa, 21 Februari 2012 | 03:15 WIB
Dinkes segera membentuk Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD).
Sebagian besar masyarakat Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, masih awam dengan bahaya penyakit mematikan HIV/AIDS dan karenanya perlu dilakukan sosialisasi agar mereka dapat mencegah diri dan keluarganya dari penyakit tersebut.
"Sebagian besar masyarakat Natuna tidak mengetahui bahaya penyakit HIV/AIDS," ujar Wakil Ketua III, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Natuna Abdurrahman di Ranai, Senin.
Untuk itu, menurutnya, perlu dilakukan tindakan segera untuk melakukan sosialisasi tentang penyakit mematikan HIV/AIDS.
"Bahkan apa itu HIV/AIDS mereka juga terkadang tidak mengetahui sama sekali," ucapnya.
Beberapa waktu lalu, sejumlah kasus darah terinfeksi HIV/AIDS ditemukan secara tidak sengaja melalui kegiatan donor darah bahkan secara random yang dilakukan pemeriksaan rutin darah pasien di rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna.
"Saya gelisah dengan kondisi ini, kita tidak ingin penyakit ini menyebar di tengah masyarakat dan kepada pihak-pihak terkait saya harapkan segera melakukan tindakan preventif," harapnya.
Memang diakui Abdurrahman, letak geografis Natuna sebagai daerah perbatasan menjadi rentan untuk penyebaran penyakit ini melalui maraknya aktifitas penyakit masyarakat.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Natuna dr Faizal mengungkapkan, dalam waktu dekat akan membentuk Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Natuna.
"Sudah diusulkan ke pemerintah daerah berikut pengurusnya, tinggal persetujuan saja," sebutnya.
Dia mengatakan, melalui komisi ini nanti, pihaknya akan bekerja sama untuk melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya memberikan pengetahuan kepada berbagai lapisan masyarakat.
"Kita akan bertindak cepat guna menangani kasus HIV/AIDS ini agar jangan sampai muncul kasus-kasus lain," harapnya.
Dia menegaskan, berbagai kendala ditemui dalam mengantisipasi penyebaran atau bertambahnya kasus penyakit mematikan ini.
"Sebagai contoh saja, PSK liar yang sulit di data, karena mereka ini datangnya tidak menentu," ujarnya.
Sebagian besar masyarakat Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, masih awam dengan bahaya penyakit mematikan HIV/AIDS dan karenanya perlu dilakukan sosialisasi agar mereka dapat mencegah diri dan keluarganya dari penyakit tersebut.
"Sebagian besar masyarakat Natuna tidak mengetahui bahaya penyakit HIV/AIDS," ujar Wakil Ketua III, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Natuna Abdurrahman di Ranai, Senin.
Untuk itu, menurutnya, perlu dilakukan tindakan segera untuk melakukan sosialisasi tentang penyakit mematikan HIV/AIDS.
"Bahkan apa itu HIV/AIDS mereka juga terkadang tidak mengetahui sama sekali," ucapnya.
Beberapa waktu lalu, sejumlah kasus darah terinfeksi HIV/AIDS ditemukan secara tidak sengaja melalui kegiatan donor darah bahkan secara random yang dilakukan pemeriksaan rutin darah pasien di rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna.
"Saya gelisah dengan kondisi ini, kita tidak ingin penyakit ini menyebar di tengah masyarakat dan kepada pihak-pihak terkait saya harapkan segera melakukan tindakan preventif," harapnya.
Memang diakui Abdurrahman, letak geografis Natuna sebagai daerah perbatasan menjadi rentan untuk penyebaran penyakit ini melalui maraknya aktifitas penyakit masyarakat.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Natuna dr Faizal mengungkapkan, dalam waktu dekat akan membentuk Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Natuna.
"Sudah diusulkan ke pemerintah daerah berikut pengurusnya, tinggal persetujuan saja," sebutnya.
Dia mengatakan, melalui komisi ini nanti, pihaknya akan bekerja sama untuk melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya memberikan pengetahuan kepada berbagai lapisan masyarakat.
"Kita akan bertindak cepat guna menangani kasus HIV/AIDS ini agar jangan sampai muncul kasus-kasus lain," harapnya.
Dia menegaskan, berbagai kendala ditemui dalam mengantisipasi penyebaran atau bertambahnya kasus penyakit mematikan ini.
"Sebagai contoh saja, PSK liar yang sulit di data, karena mereka ini datangnya tidak menentu," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




