Pengelolaan Bahan Baku Topang Japfa
Sabtu, 5 Desember 2015 | 02:00 WIB
Jakarta – Meskipun harga bahan baku pakan ternak melonjak dan kelebihan pasokan daripada permintaan terhadap daging ayam yang menyebabkan harga turun, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) masih dapat bertahan tahun ini. Hal itu terutama didorong oleh kemampuan perseroan mengelola dinamika bahan baku dengan baik.
Sebagai informasi, porsi bahan baku pakan ternak perseroan setengahnya adalah jagung, 25% bungkil kedelai dan lainnya 25%. "Kami yakin Japfa masih bisa mempertahankan margin, mengingat perseroan masih dapat mengelola dinamika bahan baku dengan baik, dan dapat meneruskan kenaikan harga bahan baku kepada pelanggan," jelas analis KDB Daewoo Securities Mimi Halimin dalam risetnya, baru-baru ini.
Menurut United States Development Agriculture (USDA), pakan ternak rata-rata terdiri dari 50% jagung dan 15-20% bungkil kedelai. Produsen pakan ternak Indonesia sangat bergantung pada bahan baku impor, sebagian karena pasokan jagung yang terbatas dan tidak konsisten di Indonesia.
Sebagai salah satu perusahaan pakan ternak terbesar, Japfa juga bergantung pada impor. Perseroan menggunakan 70% jagung dalam negeri dan 30% jagung impor, dan 100% kedelai impor.
Baru-baru ini, ada perbedaan pendapat antara produsen pakan ternak dan pemerintah. Pemerintah percaya bahwa pasokan jagung dalam negeri sudah cukup untuk memenuhi permintaan jagung, sementara produsen pakan ternak tidak," imbuh Mimi.
Kementerian pertanian menahan ratusan ribu ton jagung impor di tujuh pelabuhan di Indonesia pada Oktober kemarin untuk menyelamatkan harga untuk petani jagung dalam negeri. Tapi, hal ini menyebabkan lonjakan harga jagung karena pasokan ternyata tidak mencukupi. Harga jagung mencapai Rp 5.300/kg vs harga normal sekitar Rp 2.800-3.200/kg. Hal ini akhirnya memaksa pemerintah melepaskan jagung impor ke pasar pada akhir November.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




