Bentrokan Suku Anak Dalam, Seorang Warga Meninggal
Rabu, 16 Desember 2015 | 06:52 WIB
Jambi - Situasi di Desa Kungkai, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi hingga Rabu (16/12) masih mencekam menyusul terjadinya bentrokan antara warga desa dengan kelompok Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di desa tersebut, Selasa (15/12) siang. Dua peleton atau sekitar 100 orang anggota satuan pengendalian massa (Dalmas) Kepolisian Resor (Polres) Merangin dibantu puluhan anggota TNI masih siaga di desa tersebut.
Sedangkan seorang warga Desa Kungkai, Darmawis (48) yang terkena tembakan saat terjadi bentrokan Orang Rimba dengan warga desa akhirnya meninggal Selasa (15/12) malam . Korban yang mengelami luka tembak di bagian kepala sempat dirawat di sakit umum daerah (RSUD) Kolonel Abunjani Bangko, Merangin Selasa siang.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Merangin, Ajun Komisaris Polisi (AKBP) Munggaran Kartayuga di Kota Bangko, Merangin, Rabu (16/12) pagi menjelaskan, pihaknya masih terus berupaya menenangkan warga agar tidak lagi melakukan penyerangan terhadap kelompok Orang Rimba yang melarikan diri ke hutan. Bupati Merangin, Al Haris juga sudah mendatangi warga Desa Kungkai agar menghentikan pengejaran terhadap Orang Rimba di desa itu.
"Kami juga berusaha melakukan mediasi untuk mendamaikan warga desa dan kelompok Orang Rimba. Kami sedang mencaru kepala suku atau tumenggung Orang Rimba kelompok Desa Kungkai," katanya.
Munggaran menjelaskan, bentrokan warga Desa Kungkai, Merangin dengan kelompok Orang Rimba di desa tersebut, Selasa (15/12) siang sekitar pukul 13.30 WIB dipicu dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Orang Rimba terhadap seorang anak – anak di desa tersebut. Seorang warga Orang Rimba memukul anak – anak warga Desa Kungkai karena meludah ketika Orang Rimba melintas di jalan desa. Setelah memukul anak tersebut, Orang Rimba tersebut pun menantang warga desa untuk bertarung.
Mengetahui adanya pemukulan itu, Orang Rimba tersebut menantang, lanjut Munggaran.Ratusan warga Desa Kungkai pun langsung menyerang permukiman kelompok Orang Rimba di kawasan hutan seberang desa. Melihat warga desa menyerang, kelompok Orang Rimba yang berjumlah 22 kepala keluarga (KK) pun langsung melarikan diri ke dalam hutan. Karena tak menemukan Orang Rimba, warga desa pun langsung membakar 10 unit pondok dan 7 unit sepeda motor Orang Rimba.
"Setelah warga membakar pondok dan kendaraan Orang Rimba, tiba – tiba terdengar suara tembakan dari arah semak belukar. Tembakan kea rah kerumunan warga tersebut diduga berasal dari Orang Rimba. Tembakan tersebut mengenai dua orang warga desa, Darmawis (48) dan Koko (21). Kedua orang tersebut pun langsung tersungkur dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit,"katanya.
Sementara itu Bupati Merangin, Al Haris ketika mendatangi lokasi kejadian, Selasa (16/12) sore mengatakan, pihaknya akan berusaha menyelesaian konflikwarga desa dang Orang Rimba di Desa Kungkai tersebut. Pertemuan antara tokoh – tokoh masyarakat desa setempat dengan kepala suku Orang Rimba sedang diusahakan agar bentrokan tidak berlanjut.
"Kami sedang berusaha mencari tumenggung Orang Riba agar bisa berdialog mencari jalan damai dengan warga desa. Kami minta agar warga desa menahan diri, jangan lagi melakukan aksi penyerangan terhadap Orang Rimba yang sudah lari ke dalam hutan. Selain itu permukiman Orang Rimba di seberang Desa Kungkai yang bersebelahan dengan permukiman warga desa juga akan dipindahkan," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




