Copot Akbar Faizal, Manuver Fahri Dinilai Kasar
Rabu, 16 Desember 2015 | 18:07 WIB
Jakarta – Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menilai cara Pimpinan DPR RI Fahri Hamzah menon-aktifkan anggota Fraksi Nasdem Akbar Faizal dari keanggotaan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai terlalu kasar. Dia mengakui bahwa itu memang bagian dari manuver politik, tetapi caranya terlalu kasar dan secara telanjang menyudutkan lawan politik dengan cara-cara yang tidak beradab.
"Itu kan manuver-manuver politik di MKD. Tetapi memang caranya kasar. Itu cara telanjang banget untuk menyudutkan lawan politik. Itu bukan contoh yang baik untuk demokrasi," ujar Bonar di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta, Rabu (16/12).
Dia menilai meskipun Akbar Faizal dilaporkan ke Pimpinan DPR RI, seharusnya laporan tersebut harus diproses terlebih dahulu untuk membuktikan apakah Akbar melakukan pelanggaran etik atau tidak.
"Tetapi itu kan baru dilaporkan, belum ada proses di MKD dan harusnya dibuktikan dulu, apakah Akbar Faizal melakukan pelanggaran kode etik sehingga dia harus dicopot dari keanggotaan MKD. Kan harus begitu," ungkap dia.
Dia juga mengaku heran dengan Fahri Hamzah yang diskrimanitif dalam menanggapi laporan dari anggota MKD. Sebagai pimpinan, kata dia, Fahri Hamzah seharusnya bisa mengakomodasi semua kepentingan partai di DPR, bukan malah membela Koalisinya atau Novanto.
"Mengapa laporan Akbar Faizal tidak didengarkan. Kan tidak didengarkan. Fahri ini tidak adil dan tidak cocok jadi pimpinan DPR RI," tegas Bonar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




