Malaysia Larang Kegiatan Tambang Bauksit
Kamis, 7 Januari 2016 | 00:39 WIB
Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia menyampaikan pengumuman larangan beroperasi selama tiga bulan untuk pertambangan bauksit yang ada di daerah pedesaan, negara bagian Pahang, mulai pertengahan Januari 2016. Hal ini dikarenakan meningkatnya kekhawatiran atas debu dan polusi yang berbahaya.
"Semua akan berhenti sepenuhnya pada 15 Januari," ujar Menteri Lingkungan Hidup Wan Junaidi Tuanku Jaafar dalam konferensi pers, Rabu (6/1). Dia menambahkan persediaan bauksit saat ini akan dibersihkan dalam waktu tiga bulan ke depan.
Dia juga menyampaikan pemberlakukan langkah-langkah baru seperti pada sistem drainase dalam pelabuhan ibukota Kuantan, Pahang, yang bertujuan mencegah kontaminasi bauksit yang telah mengubah air laut berwarna merah.
Perintah larangan itu akan diperpanjang jika pihak industri tidak dapat mengurangi bahaya polusi. "Jika industri tidak mampu mengatasi situasi dalam waktu tiga bulan maka kami akan memperpanjang moratorium," ungkap menteri.
Pada saat AFP berkunjung ke Kuantan, belum lama ini, debu berwarna merah terlihat beterbangan di sekitar lubang-lubang tambang dan di sepanjang jalan yang selalu dilintasi truk-truk pengangkut bauksit menuju Kuantan untuk dikirim ke Tiongkok.
Warga penduduk sekitar mengeluhkan bertambahnya masalah pernapasan dan ruam-ruam pada kulit. Muncul kekhawatiran juga terhadap logam berat yang memasuki persediaan air atau rantai makanan.
Namun Kepala Menteri Pahang Adnan Yaakob mendesak warga untuk tetap tenang dalam menghadapi polusi.
"Kami sedang melakukan segala sesuatu untuk membantu mereka," katanya dalam konferensi pers.
Dia menambahkan bahwa pihak berwenang sedang mengerjakan rencana besar untuk mengatasi masalah secara permanen dan dapat mencengkeram para penambang ilegal lebih baik.
Adnan sendiri mengaku tidak khawatir dengan penurunan pendapatan selama perintah larangan berjalan. Menurutnya moratorium akan membantu mendongkrak harga di kemudian hari.
Permintaan bauksit – yang biasa digunakan dalam campuran produksi alumunium – melonjak karena didorong oleh tingginya permintaan dari Tiongkok.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




