Janggal, Motif Kebencian Pembacokan Sistoyo

Kamis, 1 Maret 2012 | 13:27 WIB
RN
B
Penulis: Rizky Amelia/ Ratna Nuraini | Editor: B1
Jaksa Sistoyo terluka di bagian kepala langsung dikawal petugas keamanan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, Jaksa Sistoyo dilukai usai mengikuti sidang eksepsi atau nota keberatan di ruang sidang utama PN Bandung.FOTO :  Agus Bebeng/ANTARA
Jaksa Sistoyo terluka di bagian kepala langsung dikawal petugas keamanan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, Jaksa Sistoyo dilukai usai mengikuti sidang eksepsi atau nota keberatan di ruang sidang utama PN Bandung.FOTO : Agus Bebeng/ANTARA
Insiden pembacokan berkaitan erat dengan rencana Sistoyo menjadi saksi.

Firman Wijaya, kuasa hukum Jaksa Nonaktif Sistoyo, mencium kejanggalan dalam motif pembacokan terhadap kliennya yang terjadi kemarin. "Ketika saya mendengar ini motif kebencian, menurut saya, ini tidak rasional," kata Firman di Kantor KPK, hari ini.
 
Firman berasumsi insiden ini berkaitan erat dengan rencana Sistoyo menjadi saksi. Menurut Firman, kesaksian Sistoyo itu bakal mengancam sejumlah pihak yang merupakan pelaku sebenarnya dari kasus suap.
 
"Insiden ini ada kaitannnya dengan rencana kesaksian Pak Sistoyo karena  kesaksian beliau ingin mengungkap jelas pelaku sesungguhnya terkait  pengangkatan dirinya di kejaksaan Cibinong," ujarnya.
 
Kemarin (1/3), seusai sidang di Pengadilan Tipikor, Bandung, tiba-tiba ada seorang pengunjung yang mengayunkan golok kecil ukuran 20 cm ke arah kepala Sistoyo. Akibatnya, Sistoyo mengalami luka di bagian kening sedalam 1 cm dan mendapat 8 jahitan.
 
Pelaku berinisial "D" itu meneriaki Sistoyo sebagai pengkhianat karena sebagai jaksa telah menerima suap senilai Rp99 juta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon