Sebelum TK, Anak-anak Sebaiknya Masuk Taman Bermain
Kamis, 1 Maret 2012 | 15:40 WIB
Anak-anak yang ikut taman bermain lebih siap masuk TK.
Sebuah penelitian mengemukakan bahwa anak-anak lebih mendapatkan keuntungan dengan masuk ke taman bermain (playgroup, pra-sekolah), terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga minoritas atau miskin, atau dari keluarga yang orangtuanya tidak menyediakan dorongan mental yang cukup.
Penelitian ini melibatkan 1200 anak kembar identik dan sedarah dari 600 keluarga yang diteliti dari usia dua tahun hingga mereka masuk taman kanan-kanak pada usia lima tahun.
Secara keseluruhan, anak-anak yang mengikuti pra-sekolah lebih bersikap baik begitu mereka memulai taman kanak-kanak mereka daripada mereka yang tidak menjalani pra-sekolah. Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science.
Mengikuti taman bermain tampaknya memberikan manfaat khusus bagi anak-anak minoritas dan miskin, dan bagi mereka yang orangtuanya tidak bermain bersama anak-anaknya yang dengan cara itu bisa mendorong perkembangan mental anak.
Temuan ini mengindikasikan bahwa “anak-anak yang besar di rumah-rumah yang memiliki sumber daya yang lebih rendah dan memiliki stimulasi berkualitas rendah dari orangtua, tidak ditopang cukup baik oleh rumah mereka jika mereka memasuki pra-sekolah,” kata penulis penelitian ini, Elliot Tucker-Drob, dari Universitas Texas di Austin, dalam sebuah pers rilis sebuah jurnal.
Di antara anak-anak dari keluarga berkecukupan dan rumah-rumah dengan lebih banyak lingkungan yang menstimulasi, tidak ada perbedaan antara mereka yang pergi ke taman bermain dan mereka yang tidak.
Tucker-Drob mencatat bahwa temuan ini merefleksikan efek rata-rata dan karenanya banyak anak-anak berkembang tanpa peduli kondisi apa pun yang ada di rumah mereka.
Penelitian ini “tidak dalam arti menyatakan bahwa orangtua miskin adalah buruk. Ini hanya menyatakan bahwa ada hubungan, dan potensi. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan pra-sekolah,” ujar Tucker-Drob.
Sebuah penelitian mengemukakan bahwa anak-anak lebih mendapatkan keuntungan dengan masuk ke taman bermain (playgroup, pra-sekolah), terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga minoritas atau miskin, atau dari keluarga yang orangtuanya tidak menyediakan dorongan mental yang cukup.
Penelitian ini melibatkan 1200 anak kembar identik dan sedarah dari 600 keluarga yang diteliti dari usia dua tahun hingga mereka masuk taman kanan-kanak pada usia lima tahun.
Secara keseluruhan, anak-anak yang mengikuti pra-sekolah lebih bersikap baik begitu mereka memulai taman kanak-kanak mereka daripada mereka yang tidak menjalani pra-sekolah. Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science.
Mengikuti taman bermain tampaknya memberikan manfaat khusus bagi anak-anak minoritas dan miskin, dan bagi mereka yang orangtuanya tidak bermain bersama anak-anaknya yang dengan cara itu bisa mendorong perkembangan mental anak.
Temuan ini mengindikasikan bahwa “anak-anak yang besar di rumah-rumah yang memiliki sumber daya yang lebih rendah dan memiliki stimulasi berkualitas rendah dari orangtua, tidak ditopang cukup baik oleh rumah mereka jika mereka memasuki pra-sekolah,” kata penulis penelitian ini, Elliot Tucker-Drob, dari Universitas Texas di Austin, dalam sebuah pers rilis sebuah jurnal.
Di antara anak-anak dari keluarga berkecukupan dan rumah-rumah dengan lebih banyak lingkungan yang menstimulasi, tidak ada perbedaan antara mereka yang pergi ke taman bermain dan mereka yang tidak.
Tucker-Drob mencatat bahwa temuan ini merefleksikan efek rata-rata dan karenanya banyak anak-anak berkembang tanpa peduli kondisi apa pun yang ada di rumah mereka.
Penelitian ini “tidak dalam arti menyatakan bahwa orangtua miskin adalah buruk. Ini hanya menyatakan bahwa ada hubungan, dan potensi. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan pra-sekolah,” ujar Tucker-Drob.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




