Wapres Minta Keluarkan Tenaga dalam Membangun Teknologi

Senin, 1 Februari 2016 | 13:07 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memberikan sambutan pada acara  Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 di Jakarta, 15 Jan. 2016. Pertemuan tersebut mengambil tema Mendorong  Pertumbuhan dan Meningkatkan Daya Saing dalam Era Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 di Jakarta, 15 Jan. 2016. Pertemuan tersebut mengambil tema Mendorong Pertumbuhan dan Meningkatkan Daya Saing dalam Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Tangsel - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta kepada kalangan universitas untuk mengeluarkan tenaga dalam meningkatkan ilmu pengetahuan. Dalam artian, mengeluarkan kemampuan pribadi membangun teknologi guna mencapai keseimbangan dalam kesejahteraan di Tanah Air.

"Dalam ilmu persilatan ada tenaga dalam. Anda semua tenaga dalamnya. Keluarkan tenaga dalam Anda semua. Pasti bisa. Kita semua bisa lakukan asal ada tekad besar," kata JK saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) membangun sinergi Ristek dan Dikti untuk meningkatkan daya saing bangsa di Graha Widya Bhakti, Puspiptek Serpong, Banten, Senin (1/2).

Menurut JK, dunia tengah mengalami pelambatan ekonomi yang juga berdampak ke Tanah Air, sehingga tidak mungkin mengandalkan bantuan dari negara lain yang juga mengalami pelambatan ekonomi. Seperti, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang ataupun negara-negara di Eropa.

Untuk itu, kembali JK mengingatkan bahwa kunci untuk mengatasi masalah ekonomi yang terus menimbulkan kesenjangan di Tanah Air adalah dengan meningkatkan produktivitas.

Namun, lanjut JK, peningkatan produktivitas mungkin dicapai dengan rekayasa teknologi yang dimulai dari berbasis pertanian atau agraria.

"Tidak usah bicara tentang robot atau drone dulu. Bicara dulu bagaimana padi, jagung (produktivitasnya ditingkatkan). Bagaimana buah-buahan tidak impor dari Tiongkok. Kita masih impor jagung dari Argentina dan Brasil. Kita masih impor baja dari Tiongkok," ujarnya.

Untuk itulah, menurut JK, bagaimana teknologi diciptakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Seperti, bagaimana satu hektar sawah mampu menghasilkan 6 ton gabah kering dalam satu kali panen ataupun meningkatkan produksi jagung menjadi 5-6 ton.

"Dari mana asal kemajuan dari nilai tambah. Nilai tambah dari teknologi. Teknologi dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dari pendidikan. Itu kenapa kita gabungkan dikti (pendidikan tinggi) dengan riset. Pendidikan harus memberikan nilai tambah. Kita bicara bagaimana bisa membuat perubahan. Perubahan tentu dibuat dengan penemuan," kata JK.

Jangan Mengeluh Anggaran, Buat Neraca Teknologi

Tetapi, JK mengingatkan kepada lembaga riset ataupun semua universitas jangan mengeluh perihal anggaran yang minim. Sebab, negara-negara maju juga dahulunya memulai bangun teknologi dari hal yang kecil.

Sebaliknya, JK meminta dibuat neraca teknologi sehingga mengetahui perkembangan teknologi di Tanah Air setiap tahunnya.

"Harus buat neraca teknologi sehingga kita menemukan suatu sistem bangsa yang maju. Yang paling penting ide pelaksanaan. Kadang-kadang dari pemerintah atau pengusaha," ungkapnya.

Secara terpisah, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mengungkapkan bahwa Rakernas yang akan berlangsung selama dua hari, bertujuan menyusun berbagai langkah dan tindakan konkret Kemenristekdikti dalam menuntaskan program prioritas tahun 2016. Serta menyiapkan rancangan kebijakan dan program tahun 2017 sebagai bahan musrembangnas 2016.

Nasir mengharapkan Rakernas mampu membangun sinergi antara para pemangku kepentingan Kemenristekdikti dalam membangun daya saing bangsa.

Kemudian, diharapkan juga sinergi dapat diwujudkan secara nyata dalam bentuk cetak biru antara lembaga litbang, pendidikan tinggi dan industri. Serta, cetak biru pengembangan ristek dan dikti.

"Melalui rakernas diharapkan dapat melakukan identifikasi strategi dan praktek terbaik dalam pengelolaan perguruan tinggi dan lembaga litbang sehingga semakin bermutu"

Selain itu, Nasir juga mengharapkan melalui rakernas proses revolusi mental, pembangunan karakter bangsa dan tata kelola reformasi birokrasi di Kemenristekdikti yang efisien, transparan dan akuntabel dapat tercapai.

Lebih lanjut, Nasir mengatakan bahwa bersamaan dengan rakernas akan dipamerkan produk-produk inovatif dan pro rakyat hasil kerjasama Kemenristekdikti dengan berbagai industri kecil dan menengah.

Turut hadir dalam pembukaan Rakernas, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Gubernur Banten Rano Karno.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon