IPK Bantah Lakukan Penyerangan ke Markas Pemuda Pancasila
Senin, 1 Februari 2016 | 16:38 WIB
Medan - Ikatan Pemuda Karya (IPK) membantah bahwa pihaknya melakukan penyerangan saat terlibat bentrokan dengan Pemuda Pancasila (PP) di Jl Thamrin, Sabtu (30/1) kemarin.
"Anggota kami melintas dan terjebak kemacetan saat melintas di kawasan Jl Thamrin itu," ujar Ketua DPD IPK Kota Medan, Thomas Purba, di Markas DPD IPK Kota Medan Jl Bhurjamhal, Senin (1/2).
Thomas mengatakan, anggota IPK melintas di kawasan itu untuk menghadiri acara pelantikan kepengurusan pimpinan anak cabang (PAC) IPK Medan Denai.
"Anggota terjebak di tengah kemacetan itu terlibat perselisihan. Saat itu, massa IPK langsung diserang. Kami tidak ada melakukan penyerangan. Ada istri dan anak Monang Hutabarat di dalam mobil itu," katanya.
Menurutnya, bentrokan antara IPKl dengan PP di Jl Thamrin itu, sama sekali tidak terduga. Gesekan kedua kubu ini terjadi karena adanya miss komunikasi. "Tidak ada perintah untuk bentrok apalagi menyerang," jelasnya.
Bentrokan itu, menewaskan Ketua PAC IPK Medan Timur, Monang Hutabarat, dan seorang lagi bernama Sepri yang diduga anak buah Monang Hutabarat. Keduanya tewas mengenaskan, tubuh penuh luka bekas bacokan dan tombak.
Sementara itu, korban luka dalam bentrokan, yang sampai saat ini kondisinya masih mengkhawatirkan, sebanyak empat orang. Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Permata Bunda Jl Sisingamangaraja, Medan.
Keempat korban luka akibat kena bacokan itu adalah Feriansyah, Dedi Marbun, Eki, dan Rudi Syahputra. Seluruhnya satu organisasi dengan Monang Hutabarat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




