Pengembangan Bandara Syamdsudin Noor Dimulai April 2016

Sabtu, 13 Februari 2016 | 22:41 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (Wikipedia)

Banjarbaru - Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dipastikan mulai April 2016 setelah selesainya proses pelelangan dan ada pemenang lelang.

Gubernur Kalsel, Syahbirin Noor, mengatakan, pihaknya menerima informasi terkait sudah dimulainya proses pelelangan dan kepastian pengerjaan.

"Informasi manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, proses lelang sudah dimulai dan akhir Maret diperkirakan ada pemenang sehingga April mulai dikerjakan," ujarnya di Kota Banjarbaru, Sabtu (13/2).

Ia mengatakan, pengembangan Bandara Syamsudin Noor yang masih belum dikerjakan karena terhambat proses pembebasan lahan akan segera dituntaskan secepatnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan terus mencari solusi demi merealisasikan pengembangan bandara yang terletak di Kota Banjarbaru sekitar 25 kilometer dari Kota Banjarmasin, ibukota Kalsel.

"Masalah pembebasan lahan yang masih belum selesai akan dituntaskan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pusat agar pengembangan bandara bisa segera dimulai," ucapnya.

Menurut dia, pengembangan bandara sudah mendesak dilakukan karena merupakan pintu gerbang bagi Kalsel sekaligus menunjukan kemajuan bagi provinsi setempat.

"Bandara merupakan pintu masuk ke Kalsel sehingga jika orang luar melihat bandaranya bagus maka kesan pertama mereka melihat daerahnya juga bagus," ujarnya.

Dia menekankan, pengembangan bandara merupakan keinginan besar pemerintah pusat dalam memberikan pelayanan publik bidang transportasi sehingga harus didukung.

"Banyak keuntungan yang bisa diraih daerah jika bandara dibangun bagus karena bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun perekonomian daerah," ujarnya.

Manager Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Taochid PH mengatakan, proses pelelangan masih berjalan dan akhir Maret diperkirakan selesai sehingga ada pemenangnya.

"Jika sudah ada pemenang lelang maka mereka sudah bisa bekerja dan diperkirakan mulai April 2016 proyek bandara sudah bisa dikerjakan kontraktor," katanya.

Dia mengetahui, peletakan batu pertama pengembangan bandara dilakukan Wapres Jusuf Kalla bulan Mei 2015 tetapi hingga akhir tahun masih belum dikerjakan karena masalah lahan.

Pengembangan bandara sendiri diperhitungkan menghabiskan dana sebesar Rp2,3 triliun yang berasal dari pinjaman PT Angkasa Pura I kepada perbankan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon