Mantan CEO HP Jadi Bakal Cawapres Ted Cruz
Kamis, 28 April 2016 | 22:45 WIB
Washington – Gedung Putih berharap kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Ted Cruz, akan bertarung habis-habisan untuk menghadang laju kemenangan Donald Trump dalam pencalonan tunggal Republik, dengan menunjuk Carly Fiorina sebagai bakal calon wakil presidennya (cawapres), di saat perlombaan pemilihan pendahuluan segera berakhir.
Senator Texas tersebut membuat pengumuman mengejutkan, Rabu (27/4), atau satu hari setelah Trump meraih rangkaian kemenangan telak di lima negara bagian. Kendati kalah dari Trump namun perolehan suara Cruz berhasil memperkecil jarak dan kini semua mata akan tertuju pada pemungutan suara kunci di Indiana, pada pekan depan.
Menurut perhitungan perkiraan CNN yang masih berlangsung, Trump kini sudah mengumpulkan 991 suara delegasi, disusul degan Cruz yang memperoleh 568 delegasi, dan Kasich mendapat 154 delegasi.
Dalam kampanye di Indianapolis, Cruz mengumumkan menunjuk mantan chief executive officer (CEO) Hewlett-Packard Company (HP) Fiorina sebagai bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya.
Langkah Cruz ini dianggap tak biasa karena terlalu dini. Umumnya, pemenang calon presiden baik dari Republik dan Demokrat baru akan mengumumkan cawapres menjelang konvensi partai.
"Berulang kali, Carly telah menghancurkan langit-langit kaca," kata Cruz kepada kerumunan pendukung yang bersorak di Indianapolis, saat dia mengundang Fiorina ke atas panggung.
Fiorina (61 tahun), sudah menjadi salah satu pendukung setia Cruz sejak dia memutuskan mundur dari pencalonan diri sebagai presiden AS di awal tahun ini. Dia juga dikenal sebagai seorang pengkritik keras terhadap Donald Trump atau Hillary Clinton.
Bahkan, pada September tahun lalu, Fiorina menjadi pusat perhatian setelah mendaratkan pukulan telak terhadap Trump serta menunjukkan mental baja dan kemampuan mengendalikan kebijakan luar negeri.
"Pertarungan ketat sama sekali tidak membuat saya ragu. Saya sudah siap untuk berdiri di samping dia (Cruz) dan memberikan semua apa yang dia mau, untuk memperbaiki jiwa partai, untuk mengalahkan Trump, Hillary Clinton dan merebut kembali negara kita," ujar Fiorina.
Dengan demikian, Fiorina adalah perempuan ketiga yang menjadi calon wakil presiden setelah Gerardine Ferrago (1984) dan Sarah Palin (2008).
Meski begitu, Cruz masih jauh dari posisi aman nominasi partai.
Secara hitungan matematis, Cruz tereliminasi dari total perolehan suara 1.237 yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan langsung. Dia pun mengakui bahwa satu-satunya harapan adalah bersaing dalam konvensi Republik, pada Juli, dan meminta delegasi memilih dirinya agar memperoleh suara yang cukup banyak di sana.
Terpilihnya Fiorina dianggap sebagai upaya "menggoyang" perlombaan dan Trump menanggapi dingin langkah Cruz. "Ini adalah langkah paling putus asa yang pernah saya lihat," ujar putra Trump, Eric dalam akun Twitter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




