78 Orang Tewas dalam Cuaca Ekstrim di Tiongkok
Kamis, 23 Juni 2016 | 23:59 WIB
Beijing – Wilayah Tiongkok bagian timur, provinsi Jiangsu sedang dilanda cuaca ekstrim yang meliputi hujan es disertai angin ribut, hujan lebat, dan tornado. Kantor berita resmi Negeri Tirai Bambu, Xinhua melaporkan, Kamis (23/6), akibat badai ekstrim itu sedikitnya78 orang tewas dan hampir 500 orang lainnya luka-luka.
Dalam laporan Xinhua disampaikan, badai mulai melanda kota Yancheng sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Saksi mata juga mengatakan seluruh desa telah rata dengan tanah dan pohon-pohon besar tumbang.
Laporannya juga menyebutkan, kecepatan angin mencapai 125 kilometer per jam dan langsung menerjang kota serta pinggiran kota terpencil, dan menghancurkan rumah-rumah.
"Saya mendengar deru angin kencang dan segera berlari ke lantai atas untuk menutup jendela. Saya nyaris tidak sampai ke tangga teratas ketika saya mendengar suara ledakan dan melihat seluruh dinding berikut jendela roboh diempas angin," ujar Xie Litian, 62, dari Kota Donggou di Qinhuangdao, kepada Xinhua.
Dia menambahkan rumah-rumah lain di lingkungan tempat tinggalnya juga sudah hancur. "Ini bagai hari kiamat," pungkas dia.
Banyak foto dari peristiwa itu yang memperlihatkan warga-warga nampak kebingungan di dekat rumah-rumah yang sudah menjadi reruntuhan puing. Badai ekstrim tersebut selain membuat rumah-rumah hancur, juga meninggalkan jejak kerusakan di mana kabel-kabel telepon berjatuhan malang-melintang di jalan, pecahan kayu berserakan dan tiang-tiang listrik terguling.
Sebagian besar Tiongkok memang sedang dilanda hujan deras, pada pekan ini, karena badai hujan yang terjadi di musim panas yang lebih berat dari biasanya sehingga menyebabkan kerusakan di seluruh negeri.
Banjir biasa terjadi selama musim hujan di bagian selatan Tiongkok, akan tetapi curah hujan di tahun ini sangat tinggi.
Bahkan, menurut media pemerintah, Senin (20/6), Tiongkok tenga dilanda banjir besar yang menewaskan 22 orang dan membuat 197 ribu orang mengungsi.
Selain itu, lapor Xinhua, sebanyak delapan orang terjebak di dalam tambang batu bara yang dilanda banjir, di bagian barat daya provinsi Guizhou, Tiongkok.
Akibat bencana banjir, media setempat melaporkan kerugian ekonomi langsung akibat yang mencapai hamir 2,7 miliar yuan atau setara US$ 410 juta.
Wakil Perdana Menteri Tiongkok Wang Yang menyatakan beberapa hari sebelumnya bahwa Tiongkok sedang dihadapkan pada kondisi cuara tak stabil akibat pengaruh El Nino.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




