Banjir Kemang Tidak Akan Gerus Elektabilitas Ahok

Selasa, 30 Agustus 2016 | 11:39 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 27 Agustus 2016.
Banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 27 Agustus 2016. (Antara)

Jakarta – Peneliti SMRC Abbas Sirojudin menilai bahwa banjir di daerah Kemang, Jakarta Sabtu lalu tidak bakal menggerus elektabilitas calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut Abbas, banjir Kemang sebenarnya akumulasi dari berbagai kasus yang sudah berlangsung lama sehingga tidak bisa serta merta disalahkan pada pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok.

"Saya kira tidak akan menggerus elektablitas dan popularitas Ahok. Persoalan banjir Kemang sangat kompleks dan lama, mulai dari penyempitan lebar Kali Krukut, adanya pemukiman di sekitar sungai termasuk pemukiman liar, daerah resapan berkurang dan pemda DKI dari berbagai rezim berdiam diri seolah-olah tidak ada masalah di kali Krukut," ujar Abbas di Jakarta, Selasa (30/8).

Abbas justru menilai jika Ahok merespon dengan baik persoalan banjir di Kemang, maka akan berdampak positif terhadap elektabilitas dan popularitas dirinya. Persoalan banjir ini menjadi tes yang paling nyata dalam Ahok menyelesaikan masalah dengan cepat dan berdampak positif terhadap masyarakat.

"Justru ini kesempatan bagi Ahok untuk membuktikan kapasitasnya mengatasi masalah ini. Misalnya, dengan melakukan rehabilitas kali Krukut, memperlebar kali tersebut, membeli lahan penduduk dan membuat tembok bagian pinggir kalinya. Itu solusi yang real dan dalam jangka pendek memberikan dampak kepada masyarakat sekitar daerah tersebut," tandas dia.

Lebih lanjut, Abbas mengatakan jika ada pihak atau lawan politik Ahok mempolitisasi kasus banjir Kemang, maka hal tersebut bisa menjadi blunder bagi yang bersangkutan. Karena publik DKI Jakarta sudah cerdas menilai dan menilai realitas.

Hal senada diungkapkan juga oleh peneliti CSIS Arya Fernandes. Menurut Arya, persoalan banjir di DKI Jakarta sudah merupakan persoalan serius, akut, menahun dan laten. Untuk mengatasi dan mencegahnya, kata dia membutuhkan waktu yang tidak singkat.

"Apalagi publik tahu bahwa pemprov DKI Jakarta sedang memperbaiki berbagai kali di DKI Jakarta untuk mengatasi banjir. Tentu itu, tetap menjadi perhatian serius dan prioritas masyakarat," pungkas Arya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon