Tersangka Teroris Basri dan Jenazah Andika Tiba di Palu

Rabu, 14 September 2016 | 17:36 WIB
JL
FB
Penulis: John Lory | Editor: FMB
Terduga pelaku terorisme, Basri alias Bagong (berambut gondrong) saat tiba di Palu, langsung digiring masuk ke ruang Endoskopi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulteng, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, Rabu (14/9) sekitar pukul 16.10 Wita.
Terduga pelaku terorisme, Basri alias Bagong (berambut gondrong) saat tiba di Palu, langsung digiring masuk ke ruang Endoskopi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulteng, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, Rabu (14/9) sekitar pukul 16.10 Wita. (Suara Pembaruan/ John Lory)

Palu - Tersangka pelaku terorisme Basri alias Bagong yang berhasil ditangkap hidup oleh Satgas Tinombala di Poso Pesisir, dan jenazah rekannya Andika Eka Putra alias Andika alias Hilal akhirnya tiba di Markas Polda Sulteng di Palu, Rabu (14/9) sekitar pukul 16.10 Wita. Keduanya dibawa dengan mobil milik Polda Sulteng dari wilayah Poso Pesisir, dengan pengawalan ketat aparat.

Basri, yang berhasil ditangkap hidup-hidup langsung digiring masuk ke ruangan endoskopi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Bahkan dirinya sempat tersenyum kepada wartawan. Sementara jenazah Andika langsung dibawa ke ruang jenazah untuk proses otopsi. Andika ditemukan aparat Satgas Tinombala, terseret arus Sungai Puna. Dia diduga tewas terseret arus sungai yang cukup deras tersebut, saat melarikan diri dari kejaran aparat.

Pantauan SP, suasana di sekitar RS Bhayangkara Polda dijaga ketat aparat Brimob. Terlihat puluhan aparat bersiaga di sekitar rumah sakit tersebut.

Selain keduanya, tertangkap pula istri Basri, Nurmi Usman alias Oma yang juga sedang dalam perjalanan dari Poso Pesisir menuju Palu.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hary Suprapto kepada SP Rabu sore mengatakan, istri Basri terjebak di Sungai Puna, Poso Pesisir dan masih dalam proses evakuasi oleh petugas.

"Istri Basri terjebak di sungai sehingga proses evakuasinya terpisah," kata Hary Suprapto.

Dia menjelaskan kronologis penangkapan ketiga tersangka pelaku terorisme tersebut diawali dengan adanya laporan kepada Komandan Sektor III Satgas Tinombala bahwa ada yang melihat tiga orang mencurigakan di kebun cokelat sekitar Sungai Puna, Poso Pesisir.

"Mendapat laporan itu, aparat pun langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengambankan para tersangka," katanya.

Dalam penyergapan itu, Basri ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Sementara istrinya mencoba melarikan diri namun terjebak di Sungai Puna.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon