Trump Butuh RI untuk Keamanan Kawasan

Rabu, 9 November 2016 | 22:38 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Para pendukung Donald Trump.
Para pendukung Donald Trump. (AFP)

Jakarta - Di bawah kepemimpinan Donald Trump, Amerika Serikat (AS) tetap membutuhkan Indonesia sebagai mitra dalam menjaga keamanan di kawasan. Selain menjaga kepentingan AS di Laut China Selatan (LCS), Indonesia juga dibutuhkan dalam menghadapi terorisme.

Pandangan itu disampaikan pengamat intelijen Susaningtyas NH Kertopati yang akrab disapa Nuning kepada BeritaSatu.com di Jakarta, Rabu (9/11).

"Di bidang pertahanan dan keamanan kawasan, dalam banyak hal Indonesia tetap dianggap sebagai mitra kerja oleh Amerika Serikat. AS tentu membutuhkan kerja sama dalam menjaga kepentingannya di Laut Cina Selatan," ujarnya.

Dikatakan, Indonesia tetap dibutuhkan dalam menciptakan diplomasi kondusif AS dengan negara-negara anggota ASEAN maupun Asia Pasifik.

"Dalam hal ini, Indonesia pasti mempunya peran yang besar. Trump yang berlatar belakang pengusaha tentu tidak akan mau mengambil risiko dengan kegagalan diplomasi dimana pun, termasuk di kawasan," ujarnya.

Nuning berpandangan, Trump juga memiliki perhatian yang besar dalam pemberantasan terorisme. "Saya yakin Trump akan mempunyai yang perhatian besar dalam penanggulangan serta pencegahan terhadap terorisme, khususnya terhadap kelompok IS," tuturnya

Sementara, dari sisi ekonomi, ujarnya, Indonesia boleh berharap banyak adanya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, investasi. Apalagi, kata dia, Trump juga sudah memulai kerja sama bisnis dengan perusahaan di Indonesia.

Terkait dengan kemenangan Trump atas rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, Nuning mengatakan, bila melihat pergerakan pemilih beberapa hari belakangan tentu mudah untuk memprediksi Trump akan unggul. Hillary yang yakin bahwa pemilih muda dan kaum hispanic akan memilih dirinya, ternyata di beberapa negara bagian terkagetkan dengan perolehan suara jauh di bawah Trump.

Menurut saya, Trump unggul karena dirinya selalu menyerukan 'American First'. Dan, kelihatannya pemilih Amerika belum siap untunk memiliki pemimpin perempuan, ya," tutup Nuning.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon