Djarot Anggap Gangguan karena Ada yang Takut Kalah

Minggu, 13 November 2016 | 17:34 WIB
DP
IC
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: CAH
Cawagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meninjau pembangunan RPTRA Galur yang berada di Jalan Rawa Tengah, Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, 8 November 2016. RPTRA tersebut ditargetkan rampung pada Januari 2017.
Cawagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meninjau pembangunan RPTRA Galur yang berada di Jalan Rawa Tengah, Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, 8 November 2016. RPTRA tersebut ditargetkan rampung pada Januari 2017. (BeritaSatu Photo/Lenny Tristia Tambun)

Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat menyebutkan jika peluangnya bersama Basuki Tjahaja Purnama di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 masih sangat besar untuk menang.

"Peluangnya, sampai sekarang ini gede, menang. Menang dong! Berbagai macam survei menang terus. Kalau kami tidak peluang besar (menang) tidak diganggu," ujar Djarot di Gedung Joang 45, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/11).

Djarot mengatakan, banyaknya gangguan seperti penolakan terhadap kampanye-kampanye yang dilakukannya, dianggapnya karena ada pihak yang takut dengan kemenangan yang akan diraihnya.

"Saya menganggap bahwa gangguan-gangguan itu ada pihak-pihak yang agak grogi, takut kali ya? Ada yang takut kalah kali ya?" tegasnya.

Oleh karena itu, ia pun bersikukuh untuk tetap berkampanye seperti biasanya sesuai jadwal yang ditentukan. Pasalnya, ia tidak menganggap penolakan-penolakan tersebut sebagai langkah menjegalnya untuk menang.

"Jalan terus saja (kampanye). Itu kan dinamika. Kalau mau fair mari kita bersaing secara fair. Kami tidak pernah menolak kehadiran kandidat yang lain, termasuk di basis-basis PDIP, tidak boleh menolak siapapun juga," pungkasnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon