Pertamina Bantah Kurangi Pasokan Elpiji 3 Kg di Bengkulu

Sabtu, 19 November 2016 | 07:24 WIB
U
WP
Penulis: Usmin | Editor: WBP
Ilustrasi.
Ilustrasi. (Antara)

Bengkulu- PT Pertamina (Persero) membantah mengurangi pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) di Provinsi Bengkulu, sehingga menyebabkan kelangkaan dan harganya melambung mencapai Rp 21.000 per tabung.

"Tidak benar, suplai elpiji 3 kg di Bengkulu sampai sekarang berjalan normal sebanyak 1.048.000 tabung per bulan," kata Executive LPG I Rayon Bengkulu-Jambi, Rahma Ramadhan, di Bengkulu, Jumat (18/11).

Ia mengatakan, Pertamina justru akan menambah pasokan elpiji 3 kg pada bulan November dari semula 1.048.000 tabung menjadi 1.130.520 tabung untuk mengantisipasi kelangkaan. Penambahan pasokan sebesar 8 persen itu dilakukan berharap sampai akhir Desember mendatang. "Kita jamin kelangkaan bahan bakar di Provinsi Bengkulu dapat diatasi dalam waktu dekat," ujarnya.

Ramadhan meminta Pemprov Bengkulu dan pihak terkait mengawasi penyaluran elpiji 3 kg terutama di tingkat pangkalan dan agen, sehingga pendistribusiannya tepat sasaran. Sebab selama ini sebagian rumah tangga mampu, indutri, restoran dan rumah makan menikmati elpiji subsidi itu. Padahal gas 3 kg ini diperuntukan bagi rumah tangga menengah ke bawah.

Soal penyaluran elpiji 5,5 kg di Bengkulu, dia berpendapat, sama sekali tidak ada kaitan dengan pasokan gas 3 kg. Sebab elpiji 5,5 kg adalah non subsidi, dan dikeluarkan sebagai produk pilihan masyarakat. "Dengan elpiji 5,5 kg, rumah tangga di Bengkulu ada pilihan selain membeli gas ukuran 12 kg, sehingga masyarakat tidak sulit mendapatkan bahan bakar non subsidi tersebut," ujarnya.

Untuk menekan kelangkaan gas 3 kg di Bengkulu, Pertamina bekerja sama dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bum (Hiswana Migas) menggelar operasi pasar (OP) di 41 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Dalam OP tersebut, masyarakat hanya dibolehkan membeli satu tabung elpiji 3 kg dengan harga Rp 15.300 per tabung. Hal ini dimaksudkan agar semua masyarakat mendapatkan sesuai kebutuhan.

Dari pantuan SP di lapangan, stok elpiji di sejumlah pangkalan dan agen di Kota Bengkulu, masih langka, sehingga harganya masih tinggi di kisaran Rp 20.000-Rp 21.000 per tabung. Bahkan, di beberapa kabupaten mencapai Rp 25.000 per tabung.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon