Ratusan Wisatawan Terjebak Banjir di Fiji
Selasa, 3 April 2012 | 10:46 WIB
Wisatawan yang tengah menghabiskan liburan dinegara itu ikut terperangkap.
Pihak berwenang di Fiji mengeluarkan larangan penerbangan ke Kepulauan Fiji karena terjadinya banjir yang disebabkan oleh badai tropis Daphne, yang telah menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan ratusan lainnya mengungsi.
Sementara itu, ribuan wisatawan terdampar di resor, hotel, dan Bandar Udara Internasional Nadi setelah badai menyebabkan banjir besar di negara Pasifik Selatan.
Seperti dikutip laman CNN Go, Badai juga telah menyerang Pulau Fiji, yang merupakan terbesar dan paling padat penduduknya, dengan angin kencang dan hujan deras.
Badan Meteorologi Fiji menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan peringatan banjir parah untuk daerah sungai dan daerah dataran rendah di pulau itu.
Selain itu, banyak jalan dan pasokan listrik yang terputus di sejumlah daerah. Pihak pemerintah Fiji sendiri telah mengumumkan keadaan bencana alam untuk kawasan sebelah barat negara tersebut.
Tony Gilli, Kepala Bandara Fiji mengatakan, ratusan wisatawan internasional terdampar di bandara, menunggu penerbangan yang tersedia untuk meninggalkan Fiji.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyarankan warga negaranya untuk mempertimbangkan kembali rencana ke Fiji.
Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr mengatakan ada sekitar 2.000 warga Australia terdampar di hotel-hotel sekitar Fiji.
"Saya sangat prihatin akan kondisi yang menimpa mereka dan saya pastikan akan terus memantau untuk melihat bantuan apa yang bisa kami sediakan," tambah Carr kepada Macquarie Radio Network seperti di kutip CNN Go.
Pihak berwenang di Fiji mengeluarkan larangan penerbangan ke Kepulauan Fiji karena terjadinya banjir yang disebabkan oleh badai tropis Daphne, yang telah menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan ratusan lainnya mengungsi.
Sementara itu, ribuan wisatawan terdampar di resor, hotel, dan Bandar Udara Internasional Nadi setelah badai menyebabkan banjir besar di negara Pasifik Selatan.
Seperti dikutip laman CNN Go, Badai juga telah menyerang Pulau Fiji, yang merupakan terbesar dan paling padat penduduknya, dengan angin kencang dan hujan deras.
Badan Meteorologi Fiji menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan peringatan banjir parah untuk daerah sungai dan daerah dataran rendah di pulau itu.
Selain itu, banyak jalan dan pasokan listrik yang terputus di sejumlah daerah. Pihak pemerintah Fiji sendiri telah mengumumkan keadaan bencana alam untuk kawasan sebelah barat negara tersebut.
Tony Gilli, Kepala Bandara Fiji mengatakan, ratusan wisatawan internasional terdampar di bandara, menunggu penerbangan yang tersedia untuk meninggalkan Fiji.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyarankan warga negaranya untuk mempertimbangkan kembali rencana ke Fiji.
Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr mengatakan ada sekitar 2.000 warga Australia terdampar di hotel-hotel sekitar Fiji.
"Saya sangat prihatin akan kondisi yang menimpa mereka dan saya pastikan akan terus memantau untuk melihat bantuan apa yang bisa kami sediakan," tambah Carr kepada Macquarie Radio Network seperti di kutip CNN Go.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




