Minimalisir Tenaga Asing

Sandiaga Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah dan Guru

Kamis, 29 Desember 2016 | 20:12 WIB
CF
FH
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: FER
Cawagub nomor urut 3 Sandiaga Uno meresmikan Rumah Posko Pemenangan ke-7 di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, 29 Desember 2016.
Cawagub nomor urut 3 Sandiaga Uno meresmikan Rumah Posko Pemenangan ke-7 di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, 29 Desember 2016. (BeritaSatu Photo/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Salah satu dampak dari era globalisasi dan pasar bebas yang sudah terjadi di Indonesia termasuk Jakarta dan kota-kota besarnya adalah masuknya tenaga kerja asing diberbagai sektor.

Hal ini, menjadi perhatian serius dari Calon Wakil Gubernur (Cawagub) nomor urut 3 dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahuddin Uno yang melihat harus ada perlindungan bagi tenaga kerja lokal di Jakarta agar tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja asing.

"Pemerintah saat ini sudah berupaya untuk menghentikan arus deras masuknya tenaga kerja asing yang masuk secara ilegal atau mengerjakan pekerjaan kasar yang bisa dikerjakan oleh para pekerja lokal kita," ujar Sandiaga Uno, Kamis (29/12) sore di Jalan Nusa Indah VII, RW03. Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menurutnya, kemajuan ekonomi dengan berbagai pembangunan infrastruktur dan perkembangan pasar bebas mau tidak mau akan terus membuka keran tenaga kerja asing yang masuk ke Jakarta dan berbagai kota lainnya.

"Agar warga dan generasi muda di Jakarta bisa bersaing dengan tenaga kerja asing maka mas Anies dan saya akan melakukan pembenahan dalam berbagai aspek pendidikan termasuk infrastruktur bangunan sekolah, sistem pendidikan, dan kualitas, kesejahteraan serta kompetensi gurunya," ucap Sandi Uno.

Peningkatan serapan anggaran dalam hal pembangunan dan revitalisasi sekolah, program KJP Plus, KJS Plus, menjadi salah satu dari sekian banyak hal yang akan ia lakukan bagi masyarakat ibukota.

Sandi mengaku ekspansi dari pekerja asing termasuk salah satunya pekerja asal Tiongkok memang tidak terpungkiri nyata meski jumlahnya tidak besar dan hal tersebut secara tidak langsung semakin memotivasi pekerja di Indonesia meningkatkan kualitas dan kompetensi.

"Dulu saat perusahaan saya ikut dalam tender pembangunan PLTU di Sulawesi yang ternyata dimenangkan oleh perusahaan asal Tiongkok dengan cost paling murah itu mereka hampir 99,9 persen tenaga kerja yang digunakan dari project manager hingga tukang masaknya itu dari negara asalnya" ungkapnya.

Program kewirausahaan Okeoce juga disebut Sandi akan membantu proses pemberdayaan masyarakat di Jakarta selain meningkatkan kualitas dari pendidikan para pelajar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon