SBY: Perbedaan Harus Dikelola Berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika
Minggu, 22 Januari 2017 | 07:15 WIB
Jakarta - Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat apabila sanggup mengelola perbedaan dengan cinta kasih. Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan sambutan pada acara Natal Nusantara PD di Jakarta, Sabtu (21/1).
"Kita harus bisa mengelola perbedaan berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Meningkatkan tenggang rasa adalah sesuatu yang mutlak. Kita tidak boleh tercabik oleh kekerasan dan perbedaan," kata SBY.
Menurutnya, para tokoh agama dan masyarakat mempunyai tanggung jawab moral mengatasi dinamika kehidupan politik Tanah Air. Dia optimistis etika politik yang diimbangi kebaikan moral, mampu menyelesaikan persoalan kebangsaan. "Kita akan mampu hadapi tantangan apa pun demi masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Presiden RI ke-6 tersebut juga mengajak umat Kristiani agar menjadi garam dan lentera. "Dengan cinta dan kasih sayang bagi kemanusiaan," katanya.
Kepada para pemuka agama, SBY mengajak untuk mempererat silaturahmi. "Perlu meningkatkan dialog untuk saling menghargai dan menghormati antarumat beragama," imbaunya.
Menurutnya, segenap masyarakat juga perlu untuk saling berbagai dan peduli. "Kita bertekad, masyarakat akan makmur dan sejahtera bersama-sama, maka dibutuhkan kesetiakawanan untuk berbagi, yang kuat bantu yang lemah, yang kaya bantu yang miskin, yang maju bantu yang tidak maju," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




