Djarot Sebut Penataan Kota Tergantung Perubahan Mental Birokrasi
Kamis, 26 Januari 2017 | 20:43 WIB
Jakarta - Dalam melakukan penataan kota, menurut Calon Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, sangat bergantung pada perubahan atau reformasi birokrasi.
Bila birokrasi di jajaran Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI belum mengalami perubahan atau reformasi, maka Program penataan kota tidak akan berjalan dengan baik.
"Penataan kota dan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekonomi tergantung dari birokrasinya ini," Djarot seusai blusukan kampanye di Jalan Pengadegan Barat, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (26/1).
Birokrasi, lanjutnya, merupakan agen perubahan. Birokrasi adalah motor dan representasi dari pemerintahan dan negara. Karena itu, dalam melakukan penataan kota, ia akan fokus melakukan pembenahan birokrasi Pemprov DKI.
Bila reformasi birokrasi telah berjalan dengan baik, maka kedepannya akan mudah melakukan penataan kota. Karena para pegawai negeri sipil (PNS) yang berada dalam birokrasi Pemprov DKI telah memiliki pola pikir yang berbeda yakni melayani dengan hati.
"Birokrasi itu kan juga agen perubahan. Dia motor, dia representasi dari pemerintah dan negara. Jadi kita fokus dulu untuk birokrasinya. Kalau ingin perubahan, ubah dulu mental birokrasinya," ujarnya.
Salah satu reformasi birokrasi yang telah dan sedang dilakukan oleh ia dan pasangannya, Calon Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah menjadikan birokrasi yang bebas korupsi. Untuk mewujudkan itu, telah diterapkan transaksi non tunai atau cashless dalam setiap pembayaran proyek pembangunan atau Program kegiatan di DKI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




