Penata Rambut di Eropa Dilarang Bergaya dan Bergosip
Selasa, 10 April 2012 | 14:29 WIB
Rancangan yang akan dikaji ulang bulan ini.
Rancangan peraturan baru bagi para penata rambut di Eropa melarang penggunaan sepatu hak tinggi, perhiasan, jam tangan, juga membatasi topik obrolan saat bekerja.
Rancangan peraturan ini juga berisi beberapa peraturan lain, seperti pembatasan jumlah servis pemotongan rambut guna menjaga kesehatan emosional masing-masing penata rambut. Kelelahan bekerja menangani klien berbahaya bagi kondisi emosional penata rambut.
Tercantum pula pada rancangan peraturan itu, para penata rambut hanya boleh berbicara seputar topik sosial yang umum, dengan kata lain, bukan topik gunjingan orang lain, demi menjaga kesehatan mental semua orang di lokasi kerja.
Jadwalnya, peraturan ini akan dibicarakan lagi antara perkumpulan pengusaha salon rambut Eropa, EU Coiffure, serta perkumpulan penata rambut se-Eropa, UNI Europa Hair & Beauty.
Kedua perkumpulan ini merupakan partner kerja yang berada di naungan European Commission dan bila disetujui, akan menyerahkan buku peraturan itu ke Brussel agar bisa dijadikan peraturan yang mengikat 27 negara di bawah Uni Eropa.
Menteri Tenaga Kerja, Chris Grayling mengatakan, "Kita seharusnya menciptakan lapangan pekerjaan, bukan membunuhnya. Kebodohan semacam ini harus dihentikan. Tidak masuk akal dan saya akan berusaha sebisanya untuk menghentikan hal ini."
Departemen yang menangani seputar pekerjaan dan pensiun mengatakan kebingungan dengan pemilihan kalimat dari rancangan peraturan itu.
Salah satu klausul mengatakan, "Pihak-pihak yang terlibat harus menyadari, dialog sosial di lingkungan kerja memberikan kontribusi penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif kepada tingkat kesehatan mental dan kesehatan secara keseluruhan."
Salah satu pihak dari departemen yang mengkaji peraturan ini berkomentar, "Hal ini bisa dikira sebagai instruksi atau keharusan untuk berbicara di lingkungan kerja."
Peraturan itu juga berisi, "Untuk berkontribusi kepada keseimbangan kesehatan dan mental lingkungan kerja, para pengusaha salon harus memastikan persiapan dengan sangat hati-hati. Manajemen salon juga harus berupaya keras agar mencegah masalah emosional."
Belum jelas apa maksud klausul itu, namun kemungkinan untuk menjaga dan memastikan waktu kerja dibatasi dan tidak berlebihan.
Rancangan peraturan baru bagi para penata rambut di Eropa melarang penggunaan sepatu hak tinggi, perhiasan, jam tangan, juga membatasi topik obrolan saat bekerja.
Rancangan peraturan ini juga berisi beberapa peraturan lain, seperti pembatasan jumlah servis pemotongan rambut guna menjaga kesehatan emosional masing-masing penata rambut. Kelelahan bekerja menangani klien berbahaya bagi kondisi emosional penata rambut.
Tercantum pula pada rancangan peraturan itu, para penata rambut hanya boleh berbicara seputar topik sosial yang umum, dengan kata lain, bukan topik gunjingan orang lain, demi menjaga kesehatan mental semua orang di lokasi kerja.
Jadwalnya, peraturan ini akan dibicarakan lagi antara perkumpulan pengusaha salon rambut Eropa, EU Coiffure, serta perkumpulan penata rambut se-Eropa, UNI Europa Hair & Beauty.
Kedua perkumpulan ini merupakan partner kerja yang berada di naungan European Commission dan bila disetujui, akan menyerahkan buku peraturan itu ke Brussel agar bisa dijadikan peraturan yang mengikat 27 negara di bawah Uni Eropa.
Menteri Tenaga Kerja, Chris Grayling mengatakan, "Kita seharusnya menciptakan lapangan pekerjaan, bukan membunuhnya. Kebodohan semacam ini harus dihentikan. Tidak masuk akal dan saya akan berusaha sebisanya untuk menghentikan hal ini."
Departemen yang menangani seputar pekerjaan dan pensiun mengatakan kebingungan dengan pemilihan kalimat dari rancangan peraturan itu.
Salah satu klausul mengatakan, "Pihak-pihak yang terlibat harus menyadari, dialog sosial di lingkungan kerja memberikan kontribusi penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif kepada tingkat kesehatan mental dan kesehatan secara keseluruhan."
Salah satu pihak dari departemen yang mengkaji peraturan ini berkomentar, "Hal ini bisa dikira sebagai instruksi atau keharusan untuk berbicara di lingkungan kerja."
Peraturan itu juga berisi, "Untuk berkontribusi kepada keseimbangan kesehatan dan mental lingkungan kerja, para pengusaha salon harus memastikan persiapan dengan sangat hati-hati. Manajemen salon juga harus berupaya keras agar mencegah masalah emosional."
Belum jelas apa maksud klausul itu, namun kemungkinan untuk menjaga dan memastikan waktu kerja dibatasi dan tidak berlebihan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




