E-Recap Dinilai Bisa Atasi Persoalan Pemilu di Indonesia
Senin, 20 Maret 2017 | 13:22 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai rekapitulasi elektronik atau e-recap bisa mengatasi persoalan pemilu di Indonesia. Menurut Titi, persoalan pemilu di Indonesia bukan proses pungut-hitung secara manual di tempat pemungutan suara (TPS), tetapi saat rekapitulasi suara.
"Karena itu, kami dari Perludem mengusulkan penerapan e-recap dibandingkan e-voting untuk mencegah atau memutus mata rantai persoalan pemilu di Indonesia," ujar Titi di Jakarta, Senin (20/3).
Titi menyebutkan, sejumlah persoalan pemilu di Indonesia yakni manipulasi hasil penghitungan suara selama proses rekapitulasi berjenjang, serta perolehan suara dari TPS berubah saat masuk proses rekap. Selain itu, suara pemilih raib setelah dipindahkan dari TPS, bahkan berbarengan dengan kotak suaranya. "Persoalan lain, kesalahan pada teknis pencatatan perolehan suara di form C1 dan adanya kesalahan hitung atau penjumlahan hasil perolehan suara pada form C1. Hal lain perolehan suara lama diketahui," beber dia.
Menurut Titi, kehadiran teknologi e-recap bisa memotong mata rantai persoalan tersebut. Namun teknologi e-recap ini harus diterapkan inklusif. "Teknologi pemilu itu harus dapat diakses oleh siapa saja atau aksesibel, tanpa terkecuali dan juga mudah dipahami setiap warga negara," ungkap dia.
Titi beranggapan bahwa dalam penerapan teknologi kepemiluan harus dibangun berdasarkan temuan masalah, bukan malah menimbulkan masalah baru. Selain itu, teknologi harus teruji dan tidak mengulangi masalah yang pernah dilakukan negara lain. "Teknologi kepemiluan harus mempertahankan nilai positif yakni partisipasi dan media interaksi warga. Teknologi harus bisa memberikan kontribusi terwujudnya pemilu luber, jurdil, dan demokratis," jelas dia.
Soal anggaran e-recap, Titi berpendapat lebih murah dari mesin untuk e-voting. Namun, Titi mengaku belum bisa memastikan besarannya karena harus ada parameter untuk menghitung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




