Charoen Pokphand Siapkan Capex Rp 1,1 Triliun
Rabu, 24 Mei 2017 | 08:04 WIBJakarta– PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyiapkan belanja modal (capital expendicture/capex) sebesar Rp 1,1 triliun untuk biaya pemeliharaan dan kebutuhan ekspansi baru pada 2017. Capex tahun ini tidak termasuk alokasi dana untuk mengambilalih bisnis 7-eleven di Indonesia.
Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy menyatakan, tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal untuk mendukung kebutuhan dari sisi peralatan atau pembangunan. Perusahaan berencana menambah silo dan mesin corn dryer. "Dalam menjalankan bisnis, kebutuhan ekspansi kami yang terbesar adalah jagung. Mengenai capex, hingga saat ini penyerapan sudah mencapai sekitar 20 persen," ujar Thomas di Jakarta, Selasa (23/5).
Dia mengatakan, sumber pembiayaan capex dari kas internal. Adapun kas dan setara kas perseroan berada dalam posisi Rp 2,5 triliun pada akhir 2016. Secara year on year (yoy), dana internal itu, menanjak 48,81 persen dibanding posisi Rp 1,68 triliun pada akhir 2015.
Selain keperluan capex tahun ini, kas internal perusahaan akan digunakan untuk mengambilalih bisnis 7-eleven di Indonesia senilai Rp 1 triliun. Perihal rencana tersebut, perseroan bersama PT Modern Sevel Indonesia (MSI) telah menandatangani business acquisition agreement untuk mengambil kegiatan usaha 7-eleven dan aset terkait dengan sistem waralaba.
Adapun, MSI merupakan perusahaan yang berada dalam kendali PT Modern International Tbk (MDRN). Terkait perjanjian dengan MSI, Thomas menegaskan, pihaknya hanya akan mengambil alih bisnis 7-eleven di Indonesia, tapi tidak dengan liabilitas yang ditanggung perusahaan pemilik bisnis itu sebelumnya.
"Namun kelanjutan rencana Charoen Pokphand Indonesia mengambil alih bisnis 7-eleven tetap harus berdasarkan persetujuan dari pihak di Amerika Serikat sebagai induk usaha 7-eleven. Usai itu disetujui, kami bersama-sama dapat menandatangani master franchise agreement yang baru," jelas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




