KLHK Seleksi Nominator Penghargaan Adipura
Selasa, 13 Juni 2017 | 16:50 WIBJakarta - Kementerian Lingkungam Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai menyeleksi nominator kabupaten/kota yang bakal meraih Adipura. Terdapat 129 kabupaten/kota nominator yang diseleksi ketat oleh Dewan Pertimbangan Adipura.
Dewan Pertimbangan Adipura ini terdiri dari para ahli dan akademisi di bidang lingkungan hidup. Program Adipura ditujukan agar terwujud kota-kota berkelanjutan. Program ini tidak hanya menangani permasalahan sampah namun juga ada peningkatan kualitas lingkungan hidup perkotaan di kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Saat ini terdapat 129 kabupaten/kota diberi kesempatan presentasi. Dari jumlah itu, sebanyak 116 kabupaten/kota menjadi nominator peraih Adipura dan 13 kabupaten/kota nominator peraih Adipura kencana.
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK, Tuti Mintarsih, mengatakan, penilaian Adipura tahun 2017 juga melibatkan masyarakat yang bisa melaporkan kondisi riil di lapangan.
"Penilaian melibatkan masyarakat. Mereka bisa posting foto-foto, kota/kabupaten nominasi dari website kita. Masukan dari masyarakat akan kita cek dan verifikasi," katanya di Jakarta, Selasa (13/6).
Baru seminggu dibuka, lanjut Tuti, sudah ada 218 masukan kepada KLHK. Masukan masyarakat ini di akhir penilaian akan dilihat.
Tuti menjelaskan, dalam penilaian Adipura 2017 ada komponen baru penilaian yakni pemberdayaan masyarakat dan program kampung iklim. Selain itu dinilai pula inovasi pengelolaan sampah, partisipasi pengendalian perubahan iklim dan pengendalian pencemaran air dan udara.
"Tahun 2016 ada tiga kabupaten/kota meraih Adipura kencana karena seleksinya lebih ketat," ucapnya.
Nominasi peraih Adipura kencana antara lain Kota Surabaya, Kabupaten Banjar melakukan presentasi, Selasa (13/6).
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengungkapkan, terkait sampah, pihaknya mengaku telah memanfaatkan teknologi untuk memantau sampah yang akan masuk ke tempat pengolahan akhir (TPA).
"Saya bisa lihat berapa jumlah sampah, truk sampah milik siapa dan supirnya siapa," ujarnya.
Pemerintah kota Surabaya juga giat membangun taman-taman kota, mangrove dan hutan kota. Untuk pengendalian perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca, lanjut Risma, pemerintah Surabaya sedang membangun transportasi massal terpadu sehingga mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
"Penghematan energi juga dilakukan dengan memanfaatkan solar cell dari energi matahari," tambah Risma.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




