Sejumlah Truk Melaju Bebas di Jalur Arteri Surabaya-Malang
Sabtu, 1 Juli 2017 | 12:30 WIB
Malang- Walaupun pembatasan operasional truk melintas di jalan arteri (nasional) berdasarkan SK Direktorat Jenderal Perhubungan Darat nomor 2717/AJ.201/DJRD/2017 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang pada Masa Angkutan Lebaran 2017 berlaku H-7 (18 Juni) sampai dengan H+7 (3 Juli), namun sejumlah kendaraan truk bersasis panjang (trailer tiga sumbu dengan bak tertutup) berani melaju bebas di jalur arteri Surabaya-Malang, Kamis (29/6) malam dan juga Jumat (30/6) malam. Mereka melaju cukup kencang dari arah Kejapanan ke Lawang tujuan Malang. Pembatasan yang berlaku nasional tersebut diharapkan mempelancar arus mudik dan balik Lebaran.
Sejumlah sopir truk trailer yang dikonfirmasi terpisah mengaku sengaja jalan malam karena menghindari keberadaan petugas Kepolisian yang melaksanakan Operasi Ramadniya 2017.
"Kalau ketemu paling-paling disuruh minggir saja. Kalau sampai ditilang, ya itu sudah nasib buruk saja," aku Sumarno (50), sopir truk trailer yang melajukan truknya dari Sidoarjo ke Malang, Jumat malam.
Ia mengaku tidak membawa barang karena mau mengambil dari Malang untuk dibawa ke Jakarta. Hal senada juga dikemukakan Arifin (45), sopir truk trailer bermuatan kargo dari Malang menuju Jakarta, diperintahkan majikannya mencoba-coba jalan Jumat malam setelah Kamis malamnya bisa jalan tanpa gangguan dari Surabaya ke Malang.
Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Mellysa Amalia yang dikonfirmasi terkait keberadaan truk-truk besar yang sengaja melintas di malam hari mengaku bisa memaklumi karena jalanan arus balik Lebaran sudah mulai sepi. Lebih dari itu, anggotanya yang bertugas pada Operasi Ramadniya sudah lelah setelah seharian bertugas mengatur arus kendaraan balik Lebaran. "Sabtu pagi ini hingga malam nanti kita akan pinggirkan jika masih ada truk-truk besar nekad jalan di jalan arteri karena bisa menghambat kelancaran arus balik Lebaran," ujarnya tadi pagi.
Menurut dia, karena volume kendaraan meningkat, berimbas terjadi kepadatan di sejumlah titik antara lain simpang tiga Sengon Agung, pertigaan Purwosari, perempatan Pandaan, simpang tiga Sukorejo dan sejumlah titik lain. Meski terjadi peningkatan volume sehingga terjadi kepadatan arus balik Lebaran, utamanya keluar dari wilayah Malang Raya ke Surabaya dan Probolinggo, pihaknya menilai masih terkendali sehingga tidak perlu dilakukan contra flow karena masih terkendali. "Kendaraan masih bisa bergerak kendati agak merayap," katanya.
Berbeda dengan Satlantas Polres Tuban melakukan tindakan tegas terhadap sejumlah kendaraan truk barang yang nekad melintas di jalur Pantura Tuban, Jumat sore. Larangan truk barang selain truk pengangkut sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah berlaku sejak H-7 dan H+7 Lebaran. Namun, masih banyak truk yang melintas di jalur Pantura Tuban khususnya yang mengarah ke Surabaya. Penindakan tegas dilakukan petugas Satlantas Polres Tuban di beberapa titik ruas jalan di jalur Pantura, di kawasan hutan Jati Peteng, Kecamatan Jenu, di depan Pos Boom dan juga titik perbatasan Jatim-Jateng Kecamatan Bancar.
AKP Eko Iskandar, Kasat Lantas Polres Tuban yang dihubungi Sabtu tadi pagi menjelaskan, bahwa untuk angkutan truk bermuatan nonsembako dan BBM sengaja dikandangkan di kantong-kantong parkir yang ada. "Ada belasan unit truk yang kita kandangkan," katanya sambil membenarkan, dengan tidak adanya truk barang yang melintas di jalur Pantura Tuban membuat kondisi arus balik lancar yang didominasi mobil pribadi dan sepeda motor.
Sementara itu, kendaraan roda dua dan mobil pribadi keluarga yang melintas jalur arteri Surabaya-Madiun via Trowulan dan Jembatan eks Tol Mlirip, tetap mendominasi arus balik Lebaran, Jumat. Data Satlantas Polres Mojokerto menyebutkan pada Jumat kemarin dalam empat jamnya saja ada 16.615 unit sepeda motor, 1.597 unit mobil, dan 107 unit truk, serta 218 unit bus yang melintas.
"Data ini terhitung pukul 06.00-18.00 WIB," tandas Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Wikha Ardilestato yang memprediksi arus balik Lebaran akan mencapai puncaknya, Sabtu hari ini. "Kita all out hari Sabtu ini karena diprediksi merupakan puncak arus balik Lebaran," tambahnya sambil menyatakan bahwa sejak pukul 00.30-06.00 WIB tercatat sudah ada 10.000 lebih sepeda motor dan 1.900 mobil serta 90-an bus melintas jalur Krian-Trowulan dan Mojosari-Trowulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




