Kapolri: Satgas Pangan Bekerja, Kartel Tidak Berani Bermain

Senin, 3 Juli 2017 | 16:08 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Petugas Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya memeriksa gudang yang disinyalir menjadi tempat penimbunan bahan pokok di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta, 23 Mei 2017.
Petugas Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya memeriksa gudang yang disinyalir menjadi tempat penimbunan bahan pokok di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta, 23 Mei 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa harga sembako selama Lebaran relatif stabil. Salah satu penyebabnya, kata Tito karena ada satuan kerja (satgas) Pangan yang bekerja keras sehingga kartel tidak bermain untuk menentukan harga.

"Nah ini dilakukan penegakkan hukum dengan tegas, oleh Satgas Pangan yang dipimpin oleh Irjen Setyo Wasisto ditambah dari rekan Komisi Pengawas dari Kementerian Perdagangan dan jajaran dinas pemda. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada satgas yang telah melaksanakan," ujar Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (3/7).

Tito menjelaskan kartel atau para mafia berusaha mempermainkan harga dengan cara menimbun stok sembako, seperti beras, garam, gula, bawang putih dan lainnya. Ketika barang langka di pasar, kata dia maka mereka menaikkan harga.

"Ada yang penimbunan macam-macam. Tapi mayoritas penimbunan dalam rangka memainkan harga. Timbun, barang langka, baru dia naikkan harga," terang dia.

Namun, Tito mengapresiasi Satgas Pangan yang telah bekerja keras sehingga kartel tidak bisa menimbun sembako selama lebaran 2017 sehingga harga relatif stabil. Jajaran kepolisian, mulai dari Polda, Polres, dan Reserse, kata dia, telah bekerja keras untuk menjaga stabilitas harga.

"Semua bekerja. Ini membuat para spekulan tidak berani bermain," tandas dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan Satgas Pangan ini tidak akan berhenti bekerja saat Lebaran saja. Pihaknya, akan terus menindak para kartel yang berusaha mempermainkan harga.

"Nah ini akan kita terus lanjutkan. Sehingga harga beras, garam, relatif stabil. Semua ditotal yang kita tindak 206 kasus yang berhasil kita tindak, meliputi semua komoditas, gula, sembako, bawang putih. Ini membuat harga stabil," tutur dia.

Selain karena penegakan hukum yang tegas dari Satgas Pangan, Tito juga menilai stabilitas harga ini disebabkan juga karena persediaan sembako yang cukup dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan institusi yang lainnya.

"Terima kasih banyak kepada Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Ketua KPPU, kemudian juga arus balik untuk pertamina yang menyiapkan tempat, bensin, dan montir," pungkas dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon