Aji Santoso Mundur dari Arema FC

Senin, 31 Juli 2017 | 18:57 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Pelatih Arema Malang Aji Santoso (kanan) bersama pesepakbola Bagas Adi Nugroho (kiri) menjawab pertanyaan wartawan pada jumpa pers pertandingan Persib Bandung melawan Arema Malang di Graha Persib, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/4). Pertandingan Persib Bandung melawan Arema Malang menjadi laga pembukaan Liga 1 Indonesia yang akan diselenggarakan di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 15 April 2017.
Pelatih Arema Malang Aji Santoso (kanan) bersama pesepakbola Bagas Adi Nugroho (kiri) menjawab pertanyaan wartawan pada jumpa pers pertandingan Persib Bandung melawan Arema Malang di Graha Persib, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/4). Pertandingan Persib Bandung melawan Arema Malang menjadi laga pembukaan Liga 1 Indonesia yang akan diselenggarakan di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 15 April 2017. ( ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Malang - Aji Santoso mundur dari jabatan sebagai pelatih Arema FC karena gagal membawa tim berjulukan Singo Edan itu finis di posisi lima besar pada putaran pertama.

"Keputusan saya mundur dari Arema ini murni dari diri saya sendiri, tidak ada tekanan dari pihak manapun dan dari siapapun, termasuk suporter. Saya sudah diskusikan keputusan saya ini dengan manajemen maupun CEO Arema FC dan keluarga," kata Aji Santoso di Malang, Jawa Timur, Senin (31/7).

Ia mengaku dirinya profesional dalam mengemban tugas, sehingga ketika gagal memenuhi target, dirinya memilih mundur dari kursi pelatih. "Kami menargetkan finis di posisi kelima pada putaran pertama, namun faktanya sekarang Arema finis di peringkat ketujuh klasemen sementara Liga 1," ujarnya.

Menurut Aji, hasil Arema bertengger di posisi ketujuh pada putaran pertama tersebut sudah sangat bagus, sebab tidak sedikit tim-tim besar yang posisinya jauh di bawah Arema.

"Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan selama saya ada di Arema, baik manajemen, pemain, dan suporter," katanya.

Kegagalan Arema menembus lima besar Liga 1 pada putaran pertama, di antaranya disebabkan gagalnya merengkuh poin sempurna pada tiga laga terakhir. Dua di antaranya Arema bahkan harus menelan kekalahan yakni saat menjamu Persipura Jayapura dengan skor 0-2 dan dijamu Semen Padang yang berakhir dengan kekalahan 0-2. Terakhir Arema harus puas berbagi angka dengan Pusamania Borneo di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Minggu (30/7).

Selama ditangani Aji Santoso, Arema memboyong dua gelar juara pramusim, yakni Trofeo Piala Bhayangkara yang digelar di Stadion Manahan Solo dan Piala Presiden 2017. Di final Piala Presiden, Arema menundukkan Pusamania Borneo FC dengan skor telak 5-1.

Sementara itu, manajemen Arema sudah menyiapkan pengganti Aji Santoso untuk mengarungi putaran kedua Liga 1 2017. General Manager Arema FC Ruddy Widodo menyatakan pengganti Aji adalah Joko Susilo yang sebelumnya menjadi asisten pelatih.

Manajemen Joko Susilo bukan tanpa alasan. Joko Ssilo yang akrab dipanggil Gethuk itu dinilai mampu melatih karena sudah paham karakter tim, apalagi sekarang sudah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC. "Kami butuh sosok yang tahu karakter Arema di luar maupun di dalam," ujarnya.

Menyinggung target yang dipatok manajemen hingga finis putaran kedua Liga 1, Ruddy mengaku tidak ada perubahan, yakni masuk tiga besar klasemen akhir Liga 1 sehingga bisa terdaftar AFC Cup atau paling tidak dalam jangka pendek harus mengembalikan performa Cristian Gonzales dan kawan-kawan.

"Target kami tidak berubah dan kami optimistis Gethuk (panggilan akrab Joko Susilo) akan mampu mengembalikan performa Arema karena dia bukan orang baru di Arema," ucapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon