Lima Kecamatan Gelap Gulita Ditutupi Abu Vulkanik Sinabung

Rabu, 2 Agustus 2017 | 21:19 WIB
AS
FB
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: FMB
Warga memeriksa kondisi rumah saat hujan abu vulkanik turun dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Desa Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, 2 Agustus 2017.
Warga memeriksa kondisi rumah saat hujan abu vulkanik turun dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Desa Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, 2 Agustus 2017. (AFP/Ivan Damanik)

Karo - Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) mengakibatkan puluhan desa di lima kecamatan di daerah bencana tersebut menjadi gelap gulita.

"Lebih dari 20 kali gunung merapi ini erupsi. Desa kami di Nemanderket gelap gulita dari siang sampai malam ini," ujar Elisa Tarigan (44) kepada SP saat dihubungi dari Medan, Rabu (2/8) malam.

Ditambahkan, erupsi itu membuat beberapa desa di sana ditutupi abu vulkanik. Bahkan, penerangan yang digunakan warga di sana, sama sekali tidak membawa manfaat. Suasana disebutkan tetap gelap.

Elisa mengatakan, Gunung Sinabung yang erupsi dari September 2010 lalu itu, masih terus melontarkan awan panas lebih dari 3 kilometer. Kondisi ini membuat ekonomi maayarakat terpuruk.

"Dulunya, daerah kami ini termasuk kabupaten yang memiliki ekonomi tergolong mapan. Setiap panen dari mengelola lahan pertanian dipastikan memberikan keuntungan," katanya.

Samuel Tarigan (50) menyampaikan, selama tujuh tahun erupsi Gunung Sinabung, sudah banyak menimbulkan penderitaan masyarakat. Lahan pertanian masyarakat mengalami gagal panen.

"Belum lagi kesehatan masyarakat yang terganggu akibat menghirup abu vulkanik. Selain itu, masyarakat semakin menderita karena tidur di pengungsian. Pengungsi sempat mengalami kekurangan makanan dulunya," katanya.

Kepala Bidang Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Karo, Natanel Peranginangin mengatakan, ada lima kecamatan yang terdampak atas erupsi Gunung Sinabung.

"Lima kecamatan itu adalah Kecamatan Kabanjahe, Simpang Empat, Payung, Nemanteran. Dan Tiganderket. Erupsi Sinabung ke arah Timur Laut, Tenggara, Timur, Selatan dan Barat Daya," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat harus menjauhi zona merah agar tidak menjadi korban akibat erupsi Sinabung tersebut. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas di aliran Sungai Laborus.

"Sungai itu sudah berbentuk bendungan. Suatu waktu bisa mengalirkan lahar panas jika Sinabung kembali meletus. Masyarakat diharapkan menghindari risiko terburuk itu," sebutnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon