Nenek Penjual Telur Puyuh Jadi Korban First Travel
Jumat, 25 Agustus 2017 | 20:18 WIB
Padang - Seorang nenek penjual telur puyuh di Padang, Sumatera Barat ikut menjadi korban penipuan biro perjalanan umrah First Travel. Sang nenek, Martini (71 tahun), batal berangkat umrah ke Tanah Suci meski sudah membayar uang belasan juta rupiah. Ia berharap First Travel mengembalikan uang yang telah dikumpulkannya selama belasan tahun.
Martini sehari - hari bekerja menjual telur puyuh di dekat rumahnya di kawasan Parupuk Tabing, Kota Padang. Ia mendaftar umrah dengan First Travel pada Juni 2016 lalu di salah satu agen di Bukittinggi yang datang ke rumahnya. Ia dijanjikan berangkat pada Januari 2017, namun sampai kini belum terlaksana.
Selain telah menyetor uang Rp 14,3 juta, ia juga membayar Rp 500 ribu ke agen serta Rp 100 ribu untuk sekali manasik. Bahkan menurutnya, pihak First Travel juga pernah meminta uang Rp 2,5 juta agar bisa segera berangkat, namun karena tidak punya uang terpaksa ditolak.
Hingga kini, nenek Martini belum mendapat kejelasan tentang nasibnya. Ia hanya bisa memantau pemberitaan tentang First Travel di media sambil berharap uangnya bisa dikembalikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




