Nelayan Diimbau Waspadai Hujan di Laut Arafuru
Minggu, 3 September 2017 | 08:58 WIB
Ambon- Para nelayan tradisional diimbau mewaspadai hujan lebat disertai petir di laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Aru pada beberapa hari ke depan.
Kepala Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, dikonfirmasi, Minggu (3/9) mengatakan, kondisi cuaca dipengaruhi awan gelap (cumulonimbus) yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.
"Jadi harus diwaspadai karena laut Arafura secara geografis dekat dengan Australia, maka gelombang di laut Arafura bisa mencapai 2,50 meter," kata dia.
Karena itu, para nelayan jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional. Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca dan kecepatan angin yang sewaktu-waktu berubah sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.
"Jadi imbauan kondisi cuaca telah disampaikan melalui masing - masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para Bupati maupun Wali Kota," ujar George.
Dia mengingatkan, bila terjadi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.
Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan keselamatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




