Dataran Merdeka
Polisi Malaysia Bubarkan Unjuk Rasa dengan Gas Air Mata
Sabtu, 28 April 2012 | 16:33 WIB
Belasan pengunjuk rasa diangkut oleh truk polisi
Polisi Malaysia melepaskan gas air mata dan semprotan air untuk membubarkan unjuk rasa di alun-alun dataran Merdeka di Kuala Lumpur.
Pengunjuk rasa merangsek masuk ke alun-alun tersebut meskipun telah dipagari kawat berduri.
Kemarin, pemerintah kota Kuala Lumpur mengeluarkan larangan berdemonstrasi di Dataran Merdeka dan menyediakan tempat alternatif di empat stadion. Namun tempat pengganti itu ditolak penyelenggara.
Unjuk rasa sejenis pada Juli tahun lalu berakhir dengan bentrokan, sekitar 1600 demonstran ditangkap polisi.
Aksi demontrasi ini disebut-sebut sebagai uji coba terhadap Perdana Menteri Najib Razak, yang menyebut dirinya seorang reformis.
Dalam aksi hari ini, semprotan air dan gas air mata membuat pengunjuk kocar kacir dan berlindung di sejumlah gedung.
Wartawan AFP melaporkan polisi membubarkan massa dan mengontrol alun-alun, sementara itu belasan pengunjuk rasa diangkut oleh truk polisi.
"Kami ingin damai, kami ingin keadilan di negeri ini. Kami tidak ingin membuat perkara," kata seorang ibu rumah tangga, Carmen Yap, 42 tahun, yang ikut berunjuk rasa bersama suami dan anak lelakinya yang berusia 10 tahun.
Pergerakan sejumlah pengunjuk rasa terhenti di beberapa titik.
Massa dalam jumlah besar, sebagian mengenakan kaus warna kuning yang menandakan gerakan reformasi, berkumpul di sejumlah titik di sekitar Kuala Lumpur.
Namun kehadiran sejumlah besar polisi menghalangi pergerakan pengunjuk rasa, termasuk 2000 polisi bersenjata, yang diterjunkan untuk mengamankan alun-alun. Sementara helikopter terus berkeliling.
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim sebelumnya menyerukan agak para pengunjuk rasa berkumpul di alun0alun.
Juru bicara polisi Ramli Yoosuf mengatakan sekitar 20 ribu pengunjuk rasa berkumpul di sekitar alun-alun.
"Tolong, patuhi hukum dan menjauh dari alun-alun. Ini adalah wilayah terlarang," katanya.
Polisi Malaysia melepaskan gas air mata dan semprotan air untuk membubarkan unjuk rasa di alun-alun dataran Merdeka di Kuala Lumpur.
Pengunjuk rasa merangsek masuk ke alun-alun tersebut meskipun telah dipagari kawat berduri.
Kemarin, pemerintah kota Kuala Lumpur mengeluarkan larangan berdemonstrasi di Dataran Merdeka dan menyediakan tempat alternatif di empat stadion. Namun tempat pengganti itu ditolak penyelenggara.
Unjuk rasa sejenis pada Juli tahun lalu berakhir dengan bentrokan, sekitar 1600 demonstran ditangkap polisi.
Aksi demontrasi ini disebut-sebut sebagai uji coba terhadap Perdana Menteri Najib Razak, yang menyebut dirinya seorang reformis.
Dalam aksi hari ini, semprotan air dan gas air mata membuat pengunjuk kocar kacir dan berlindung di sejumlah gedung.
Wartawan AFP melaporkan polisi membubarkan massa dan mengontrol alun-alun, sementara itu belasan pengunjuk rasa diangkut oleh truk polisi.
"Kami ingin damai, kami ingin keadilan di negeri ini. Kami tidak ingin membuat perkara," kata seorang ibu rumah tangga, Carmen Yap, 42 tahun, yang ikut berunjuk rasa bersama suami dan anak lelakinya yang berusia 10 tahun.
Pergerakan sejumlah pengunjuk rasa terhenti di beberapa titik.
Massa dalam jumlah besar, sebagian mengenakan kaus warna kuning yang menandakan gerakan reformasi, berkumpul di sejumlah titik di sekitar Kuala Lumpur.
Namun kehadiran sejumlah besar polisi menghalangi pergerakan pengunjuk rasa, termasuk 2000 polisi bersenjata, yang diterjunkan untuk mengamankan alun-alun. Sementara helikopter terus berkeliling.
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim sebelumnya menyerukan agak para pengunjuk rasa berkumpul di alun0alun.
Juru bicara polisi Ramli Yoosuf mengatakan sekitar 20 ribu pengunjuk rasa berkumpul di sekitar alun-alun.
"Tolong, patuhi hukum dan menjauh dari alun-alun. Ini adalah wilayah terlarang," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




