Masih Gelap, 150 Polisi Diterjunkan Tangani Kasus Novel
Selasa, 7 November 2017 | 15:57 WIB
Jakarta— Polisi mengaku belum menyerah dalam kasus penyiraman air keras jenis asam sulfat yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang terjadi Selasa subuh 11 April lalu.
"Ada memang kasus yang sampai sekarang tidak terungkap. Ada kasus pembunuhan, kasus penganiayaan, bahkan bom di KBRI Paris pun sampai sekarang tak terungkap. Di sisi lain, kemarin, ada kasus pembunuhan setelah empat tahun baru terungkap," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Selasa (7/11).
Setyo lalu, untuk kesekian kalinya, menjelaskan metode penyidikan yang dilakukan polisi dalam kasus ini yaitu menggunakan metode induktif dan deduktif. Induktif yakni penyelidikan berasal dari lapangan, dari TKP, sedangkan kalau deduktif berdasarkan dari teori motif.
"Oleh sebab itu kita harus dipahami betul bahwa kita tidak boleh berandai-andai. Di deduktif pun kita harus berangkat dari induktif, apakah ada bukti-bukti, saksi, dan fakta-fakta di lapangan," sambungnya.
Penyidik Polri terus berusaha keras untuk mengungkap jati diri pelaku di balik sketsa wajah dan segala macam informasi yang didapat. Semua itu dikumpulkan sedikit demi sedikit. Pihaknya tidak berhenti.
"Tim-tim ini sudah bekerja dan bahkan melibatkan, kalau tidak salah, dari Polda Metro dan Mabes Polri, ada 150-an orang untuk kasus ini. Tapi sekali lagi, bahwa kalau ada yang mengatakan, 'kasus ini kok cepat, ini kok tidak cepat', beda sekali ya. Kasus meme misalnya itu gampang sekali diungkap, tetapi kasus yang lain dengan bukti yang minim sangat susah diungkap," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




