Petugas Gabungan Kembali Evakuasi 803 Warga Sipil

Senin, 20 November 2017 | 18:45 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Proses evakuasi warga Papua yang diisolasi kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Proses evakuasi warga Papua yang diisolasi kelompok kriminal bersenjata (KKB). (Polda Papua)

Mimika - Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah kembali mengevakuasi 803 warga sipil dari Desa Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, pada Senin (20/11). Mereka mulai dievakuasi ke luar desa sejak pukul 10.00 WIT.

Ratusan warga ini kemudian diungsikan sementara di gedung Eme Neme Yauware untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Pada Jumat (17/11) sekitar 344 warga dua desa itu telah dievakuasi lebih dulu.

Saat tiba di area gedung Eme Neme Yauware, warga kemudian diminta masuk ke gedung, sedangkan yang sakit langsung ditangani tim medis yang telah disiapkan dinas kesehatan setempat dan untuk konsumsi disiapkan dinas sosial.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Infantri M Aidi, menjelaskan warga memilih untuk dievakuasi karena roda perekonomian di kedua desa tersebut berhenti total.

"Hal itu disebabkan karena penggerak roda perekonomian adalah warga luar papua yang sudah mengungsi terlebih dahulu," ujar Aidi dalam wawancara via telepon dengan BeritaSatu News Channel, Senin (20/11).

Di tempat evakuasi gedung Eme Neme warga bisa mendapatkan kebutuhan dasar mereka seperti logistik, kesehatan, dan pendidikan.

Menurut Aidi masih ada seratusan warga yang memilih tinggal di Desa Banti dan Kimbely dengan alasan untuk menjaga harta benda mereka. Meski begitu, tim gabungan TNI-Polri akan tetap memberikan pengamanan kepada warga yang memilih bertahan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon