Maskapai Imbau Tak Isi Daya Ponsel di Dalam Pesawat
Selasa, 27 Februari 2018 | 14:33 WIB
JAKARTA – Sejumlah maskapai penerbangan akan mengimbau untuk tidak mengisi daya alat komunikasi atau telepon seluler (ponsel) menggunakan power bank di dalam bagasi kabin pesawat. Langkah itu dilakukan guna menghindari terbakarnya alat pengisi daya tersebut dan berakibat pada keselamatan penerbangan, seperti yang terjadi pada pesawat China Southern Airline pada Minggu (25/2).
Humas Lion Air Group Ramaditya Handoko mengungkapkan, kejadian terbakarnya power bank di pesawat China Soutern diduga karena adanya pengisian daya alat komunikasi dengan power bank. Karenanya, untuk sementara, Lion Air Group secepatnya mengeluarkan imbauan.
"Secepatnya kami akan mengeluarkan imbauan sementara waktu untuk tidak melakukan pengisian daya terhadap alat komunikasinya di dalam bagasinya," ungkap Rama saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Senin (26/2).
Namun, dia menekankan, imbauan ini masih bersifat sementara. Pasalnya, Lion Air Group masih menelaah dan mengkaji penyebab kejadian ini. Pada intinya, tambah Rama, pihaknya sangat memperhatikan terkait hal ini karena menyangkut keselamatan dan keamanan penerbangan.
"Kami perlu melihat lebih dalam mengapa dan bagaimana benda tersebut dapat terbakar di dalam kabin pesawat karena perlu dasar yang kuat sebelum mengeluarkan aturan. Saat ini secara internal masih melakukan diskusi secara mendalam," imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan, penumpang pesawat udara lebih baik membawa peralatan, seperti power bank ke kabin ketimbang menyimpan di bagasi kargo pesawat. Alasannya, kalau power bank berada di kabin, saat terjadi sesuatu, kondisi masih bisa dikontrol.
"Selama ini ketentuannya memang peralatan, seperti power bank, lebih baik dibawa ke kabin, dimasukkan ke hand carry. Jangan ditaruh di bagasi, kalau di sana (bagasi), terus terjadi sesuatu kan siapa yang mau urusi, dan itu (menaruh power bank di bagasi kargo) lebih berbahaya," kata dia kepada Investor Daily, Senin (26/2).
Sementara itu, mantan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi menuturkan, kasus meledaknya power bank perlu diwaspadai. Namun demikian, untuk tindak lanjutnya, otoritas penerbangan perlu menunggu hasil investigasi kasus tersebut di pesawat Tiongkok, China Southern Airline, terlebih dulu.
"Otoritas tidak bisa grasa-grusu, misal langsung melarang penumpang membawa power bank. Dalam hal ini otoritas penerbangan kita harus menunggu hasil investigasi dari China Southern Airline seperti apa? Baru nanti dibuat langkah lanjutnya seperti apa?" papar Tatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




