Sistem Ganjil-Genap di Tol Bekasi Dinilai Bukan Solusi

Jumat, 9 Maret 2018 | 21:25 WIB
MN
FH
Penulis: Mikael Niman | Editor: FER
Gerbang Tol Bekasi Barat.
Gerbang Tol Bekasi Barat. (Beritasatu Photo/Mikael Niman)

Bekasi - ‎Anggota DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk melakukan kaji ulang terkait kebijakan sistem ganjil-genap di gerbang tol (GT) Bekasi Timur dan Bekasi Barat.

"Kebijakan ganjil-genap ini harus dikaji ulang secara komprehensif karena tidak memiliki kajian yang matang," ujar Aryanto Hendrata, di Bekasi, Jumat (9/3).

Aryanto menjelaskan, bukti belum siapnya sistem ganjil-genap tersebut di antaranya tidak punya solusi yang tepat untuk mengurai kepadatan di jalur arteri atau jalan alternatif saat pengendara tetap ingin masuk Tol Jakarta-Cikampek. "Mesti dikaji lagi agar mendapatkan solusi secara langsung terkait dampak kemacetan tersebut," imbuhnya.

Dia menegaskan, kebijakan ganjil-genap bukan solusi mengatasi kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. "Melainkan, akan menambah masalah baru terkait soal kemacetan di jalan arteri atau jalur alternatif," katanya.

‎Permasalahan yang ada saat ini, kata dia, jumlah kendaraan setiap tahun semakin tinggi karena mudah mendapatkan mobil baru. "Kenapa banyak yang memiliki mobil pribadi? Karena kredit mobil sekarang mudah. Pemerintah harus tegas dan mengkaji lagi secara komprehensif," ujarnya.

Aryanto juga menyinggung pembangunan infrastruktur di Tol Jakarta-Cikampek, seperti light rail transit (LRT), kereta cepat Jakarta-Bandung serta Tol Layang Jakarta-Cikampek II‎ yang belum juga rampung.

"Jalan tol dan jalur kereta cepat aja belum selesai dibangun, udah pergantian sistem saja, itu bukan memberikan solusi tetapi memindahkan masalah," ungkap politisi PKS ini.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon