Bank Sentral Eropa hingga Carrefour Mulai Merangkul Blockchain

Sabtu, 31 Maret 2018 | 15:23 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Ilustrasi teknologi Blockchain.
Ilustrasi teknologi Blockchain. (Istimewa)

Teknologi enkripsi berbasis blockchain memiliki kegunaan selain menjadi sistem cryptocurrency atau mata uang digital. Pemerintahan, bank sentral hingga perusahaan mulai mencari cara meregulasi dan menggunakan blockchain untuk aplikasi lain.

Pemerintahan Liechstenstein mengatakan akan memberlakukan undang-undang untuk meregulasi bisnis dan sistem blockchain. Perdana Menteri Adrian Hasler mengatakan dalam Finance Forum di Vaduz 28 Maret lalu bahwa rancangan UU akan dipresentasikan pada pertengahan tahun ini. Gagasan utama dari RUU ini adalah supaya model bisnis yang menggunakan teknologi blockchain menjadi terintegrasi sehinga memberikan kepastian hukum dan peraturan bagi dunia usaha dan konsumen.

"Regulasi ini akan menjadikan kami negara pertama yang mengatur blockchain, menyiapkan landasan untuk manfaat ekonomi yang luas," kata Hasler.

Dia mengatakan teknologi blockchain berpotensi memiliki kegunaan lain, seperti properti, otomotif, lisensi musik, hingga sekuritas. Hasler juga memprediksi teknologi blockchain akan mendominasi proses ekonomi dan jasa keuangan.

Sementara itu, Bank Sentral Inggris (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB) terus mempelajari aplikasi lain blockchain.

ECB bekerja sama dengan Bank Sentral Jepang (BoJ) dalam Proyek Stella, di mana kedua belah pihak mempelajari aplikasi teknologi distribusi pembukuan digital (DLT) tersebut bisa digunakan untuk transaksi sekuritas.

Salah satu kelemahan blockchain adalah masih memiliki waktu yang lama untuk memverifikasi transaksi. BoE tengah mempelajari bagaimana Real Time Gross Settlement (RTGS) atau sistem pembayaran di mana transfer dana dilakukan antarbank secara real time dilakukan melalui teknologi blockchain.

BoE berencana memperkenalkan sistem pembayaran yang kompatibel dengan teknologi blockchain. Namun, rencana ini masih sebatas wacana karena teknologi DLT masih di tahap awal.

Di Jerman, perusahaan-perusahaan asuransi besar mendirikan perusahaan rintisan B3i Service AG di Zurich. Startup ini bergerak di bidang pengembangan teknologi blockchain untuk platform perdagangan asuransi.

B3i ini didukung oleh perusahaan asuransi besar seperti Zurick, Allianz, dan Aegon; dan perusahaan reasuransi seperti Munich Re dan Swiss Re.

Perusahaan aplikasi pesan asal Korea Kakao Corp mendirikan anak usaha, Ground X, yang bergerak di bidang riset blokchain. Ground X akan membuka platform blockchain kepada publik dan mengembangkan riset blockchain supaya bisa berkontribusi pada layanan Kakao. Kakao Corp memiliki sejumlah layanan dalam fitur aplikasi pesannya, KakaoTalk, seperti market place dan game.

Perusahaan startup New York, Tradewind Markets, dan Emergent Technology Holdings di California, tengah mengembangkan teknologi blockchain untuk transaksi emas.

Tradewind bekerja sama dengan Royal Canadian Mint dalam perdagangan emas digital, dengan opsi pengiriman emas secara fisik, menggunakan sistem blockchain. Platform mereka, VaultChain, memperjualbelikan emas digital, tetapi emas digital tersebut adalah representasi emas fisik yang tersimpan di Royal Canadian Mint.

Emergent bekerja sama dengan perusahaan tambang Yamana untuk memperbaiki transparansi dan supply chain emas. Sistem Emergent dan Yamana, menjamin emas yang diperjualbelikan adalah emas yang bersih dan bebas konflik.

Teknologi blockchain memberikan kepastian dan keseragaman data karena rantai distribusi emas melibatkan banyak pihak dan berpotensi ada perbedaan data. Penyeragaman data ini juga bisa digunakan untuk rantai distribusi lain seperti makanan dan obat-obatan.

Carrefour adalah salah satu perusahaan besar yang mengadopsi blockchain untuk mengawasi rantai distribusinya. Konsumen bisa mengetahui rantai distribusi makanan yang akan mereka beli dengan cara memindai barcode yang ada dalam kemasan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon