Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Tentukan Idulfitri Berdasarkan Hisab

Rabu, 13 Juni 2018 | 14:50 WIB
VS
FB
Penulis: Vento Saudale | Editor: FMB
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah menggelar salat Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu 13 Juni 2018.
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah menggelar salat Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu 13 Juni 2018. (Beritasatu.com/Vento Saudale)

Bogor - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah menggelar salat Hari Raya Idulfitri 1439 H pada hari ini. Salat Idulfitri dipusatkan di tiga lokasi yaitu di Simalungun, Sumatra Utara, Riau, dan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Salat Idulfitri dilakukan serentak di tiga lokasi oleh Jemaah Tarekat Naqsabandiyah. Pertama itu ada di pusat (Sumatera Utara), Riau dan di sini (Bogor)," kata Nazir Majelis Dzikir Darussalam Al -Kholidiyah, Syekh Muda Maulana Syarif Alam, Rabu (13/6).

Hari ini, lanjut Maulana, sedikitnya ada sekitar 150 jemaah yang mengikuti salat Idulfitri 1439 H yang dipusatkan di Cigombong, Kabupaten Bogor. Kata dia, ritual salat ied berjamaah sudah dilakukan sejak 2006.

Terkait penetapan Hari Raya Idulfitri oleh Jemaah Tarekat Naqsabandiyah, Maulana mengaku mengambil perhitungan melalui Hisab Qomariyah.

"Jadi kita mengikuti metode Hisab Qomariyah. Kita memang ada tim sendiri di bawah pimpinan guru kita di Sumatera Utara. Kan ada dua metode ya satu melalui hilal (bulan) dan melalui hisab (hitungan) yang pasti kita melalui hisab. Hitungan kita, kita puasa lebih awal dari pemerintah dan kita genapkan puasa kita 30 hari kemarin dan 1 Syawal hari ini," paparnya.

Dirinya mengklaim, Jamaah Naqsabandiyah di Indonesia itu ada sekitar 500.000 orang dan sebagian besar berdomisili di Sumatera, Riau, dan Jawa Barat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon