Dinonaktifkan BK, Demokrat Siapkan PAW Djufri
Selasa, 29 Mei 2012 | 13:22 WIB
Saan Mustopa membenarkan Djufri dinonaktifkan permanen karena tersangkut kasus korupsi.
Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menonaktifkan anggota Komisi II Djufri setelah resmi divonis empat tahun penjara oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sumatera Barat. Fraksi Partai Demokrat sudah menyiapkan pengganti antar wilayah (PAW) kadernya tersebut.
"Akan ada pengganti antar waktu (PAW). Setelah ada penyegaran kita akan penyesuaian komisi-komisi, biasa ada pergeseran-pergeseran dan akan kita lihat sesuai dengan kompetensi anggota," kata Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, di gedung Parlemen, Senayan, hari ini.
Sementara itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa, membenarkan Djufri dinonaktifkan permanen karena tersangkut kasus korupsi. "Itu sudah diproses PAW-nya, bukan hanya proses nonaktif sementara," kata dia
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat sedang memproses proses tiga orang yang bakal dinonaktifkan, yaitu Djufri, Asyad Syam, dan Amrun Daulay. "DPP sedang memproses PAW-nya," tegas Saan.
Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menonaktifkan anggota Komisi II Djufri setelah resmi divonis empat tahun penjara oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sumatera Barat. Fraksi Partai Demokrat sudah menyiapkan pengganti antar wilayah (PAW) kadernya tersebut.
"Akan ada pengganti antar waktu (PAW). Setelah ada penyegaran kita akan penyesuaian komisi-komisi, biasa ada pergeseran-pergeseran dan akan kita lihat sesuai dengan kompetensi anggota," kata Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, di gedung Parlemen, Senayan, hari ini.
Sementara itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa, membenarkan Djufri dinonaktifkan permanen karena tersangkut kasus korupsi. "Itu sudah diproses PAW-nya, bukan hanya proses nonaktif sementara," kata dia
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat sedang memproses proses tiga orang yang bakal dinonaktifkan, yaitu Djufri, Asyad Syam, dan Amrun Daulay. "DPP sedang memproses PAW-nya," tegas Saan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




