DPRD Tolak Revisi Perda Tibum, Tukang Becak Akan Demo

Rabu, 17 Oktober 2018 | 16:16 WIB
LT
JS
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JAS
Pengemudi becak menanti penumpang di selter becak terpadu di Jalan K Pejagalan, Penjaringan, Jakarta, Selasa 9 Oktober 2018.
Pengemudi becak menanti penumpang di selter becak terpadu di Jalan K Pejagalan, Penjaringan, Jakarta, Selasa 9 Oktober 2018. (Antara)

Jakarta - Mendengar adanya rencana penolakan DPRD DKI merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum), maka para tukang becak yang tergabung dalam Serikat Becak Jakarta (Sebaja) akan menggelar demo protes ke anggota dewan.

Ketua Sebaja, Rasdullah mengatakan pihaknya sedang melakukan sosialisasi terkait penolakan beberapa anggota dewan terhadap revisi Perda Tibum yang melegalkan keberadaan becak di Jakarta. Dalam sosialisasi tersebut, juga akan dilakukan ajakan untuk melakukan protes kepada anggota dewan yang menolak revisi perda tersebut.

"Kita sedang sosialisasi kepada tukang becak bahwa ada beberapa anggota dewan yang enggak mau revisi perda becak. Jadi nanti kita akan datang. Hari dan tanggalnya belum ditentukan. Namun baru sosialisasi ke pangkalan-pangkalan agar mendatangi anggota dewan yang enggak setuju adanya becak," kata Rasdullah ketika dihubungi wartawan, Rabu (17/10).

Selain melayangkan protes, kedatangan mereka juga akan memberikan dukungan kepada anggota dewan yang probecak agar dapat terpilih kembali pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Pastinya, anggota dewan yang mencalonkan kembali membutuhkan suara.

"Nah kita kan suaranya banyak, para abang becak dan sebagian sekarang sudah ber-KTP DKI lagi. Jadi kami akan sosialisasi ada beberapa dewan yang enggak probecak. Kalau enggak pro dengan becak, enggak kita dukung," terangnya.

Ditegaskannya, aksi protes ke DPRD DKI tentu akan dilakukan dengan damai. Karena isi revisi Perda Tibum yang disodorkan Gubernur DKI, Anies Baswedan adalah mengizinkan becak menjadi angkutan lingkungan tetap di DKI tetapi dibatasi operasionalnya di daerah-daerah tertentu.

"Kita belum tahu kapan. Karena enggak mudah untuk mengumpulkan orang. Jadi berita ini kita sebarkan dulu ke pangkalan dan tukang becak. Supaya mengerti dan paham ketika demo. Tidak sekadar ikut-ikutan demo," paparnya.

Ditolaknya revisi Perda Tibum, menurutnya telah memberangus kemerdekaan para pengayuh becak yang selama beberapa bulan ini bebas beroperasi di beberapa wilayah DKI Jakarta.

"Kita bilang sama tukang becak, kemarin bulan delapan kita merayakan kemerdekaan. Saya bilang kemerdekaan itu tidak gampang, tidak dapat dibeli, tidak dapat ngutang. Merdeka itu berjuang dan berdarah-darah. Kalau kalian bilang merdeka, becak tidak digaruk di Jakarta. Nah kita berjuang lagi, karena ada anggota dewan yang tidak pro dengan becak," jelasnya.

Saat ini, ada sebanyak 1.685 tukang becak yang sudah beroperasi di Jakarta. Dan ia yakin sekitar 3.000 anggota Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) akan turut dalam aksi demo tersebut.

"Nanti, dalam demo tersebut kita akan utus 10 orang perwakilan, untuk bilang dukung kinerja Pak Anies. Kalau Pak Anies bersedia, bersama-sama dengan tukang becak, datang ke DPRD DKI. Asal-muasal masalah ini kan karena Pak Anies memperbolehkan becak di DKI, dan mau merevisi perda," ungkapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon