Polisi Dalami Motif Penyerangan Polsek Penjaringan
Jumat, 9 November 2018 | 09:49 WIB
Jakarta— Mabes Polri ikut turun tangan menyelidiki peristiwa penyerangan terhadap anggota polisi di Mapolsektro Penjaringan Jakarta Utara sekitar pukul 01.35 Jumat (9/11).
"Kita sedang periksa pelakunya dan pastikan motifnya apakah kelompok teroris atau bukan," kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
Akibat kejadian ini satu orang anggota polisi mengalami luka ringan di tangan kanan atas nama AKP MA Irawan. Korban adalah kepala SPK Polsek Penjaringan.
Pelaku adalah Robandi kelahiran Jakarta 29 September 1987 dan beralamat di Jalan Masda 1 Rt.05 Rw.09, Pejagalan , Penjaringan Jakarta Utara
Barang bukti yang disita adalah satu buah tas ransel warna hijau dan sebilah golok bergagang kayu warna coklat dan bersarung bahan warna hitam.
Lalu sebilah pisau babi bergagang besi, topi, jaket warna hitam merah, dan sepeda motor Yamaha Vega ZR B 6825 UWC
Kronologisnya pada saat korban sedang piket di SPK tiba-tiba datang pelaku dengan mengendarai kendaraan roda dua jenis Yamaha Jupiter.
Pelaku memarkir kendaraannya di luar gerbang kemudian turun dan disapa oleh petugas SPK bernama Brigadir Sihite yang kemudian dia langsung menyerang anggota polisi itu.
"Menyerang dengan sebilah golok dan pisau babi. Anggota polisi tersebut menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga di SPK," imbuh Dedi.
Pelaku mengejar dan menuju ke lobi SPK kemudian ganti menyerang Irawan yang melawan. Pelaku terus menyerang dengan berteriak takbir.
Pelaku lalu melempar pisau babi yang dipegang di tangan kirinya dan golok masih dipegang di tangan kanannya.
"Korban terjatuh terkena sabetan golok pelaku yang mengenai tangannya dan menimbulkan luka ringan kemudian pelaku mengejar salah satu petugas polisi ke belakang ruang reskrim dan ruang PPA," imbuhnya.
Petugas reskrim yang sedang berada di ruang PPA melihat pelaku dan pelaku lalu berbalik dan menyerang anggota reskrim tersebut yakni Aipda Dedi Raharjo dan Aipda Giyarto.
Pelaku memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok yang dipegangnya dan menyerang kedua korban. Aipda Giyarto berusaha meredam pelaku namun pelaku tetap menyerang dan terus meneriakkan takbir.
Aipda Giyarto memberikan tembakan peringatan namun pelaku tidak mengindahkan. Kemudian Aipda Giyarto melumpuhkan pelaku dengan menembak pangkal lengan kiri pelaku sehingga golok yang dipegang pelaku terlempar dan pelaku dapat diamankan.
"Kita dalami identitas pelaku serta mendatangi dan mengeledah rumahnya," tambah Dedi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




