Puslabfor Polri Dalami Penyebab Kapal Terbakar di Muara Baru

Senin, 25 Februari 2019 | 19:05 WIB
BM
WP
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: WBP
Sejumlah kapal terbakar di Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu sore, 23 Februari 2019.
Sejumlah kapal terbakar di Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu sore, 23 Februari 2019. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com-Tim Puslabfor dan Inafis Mabes Polri hari ini kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan sekitar 34 kapal, di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Puslabfor dan Inafis sudah turun melakukan olah TKP di Kapal Artamina Jaya, kapal penangkap ikan yang pertama kali terbakar atau diduga merupakan awal sumber api, Minggu (24/2/2019). Namun karena bagian dalam kapal tergenang air, tim Puslabfor belum bisa meneliti awal mula sumber api.

"Sesuai keterangan saksi yang melakukan pengelasan, bahwa itu (pengelasan) dilakukan di dasar kapal. Kemarin, kapal itu terbakar dan ada genangan air di dalam kapal," ujar Argo, di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Dikatakan Argo, air di dalam kapal sudah dikuras menggunakan mesin, kemarin. Namun hingga sore, air di dalam kapal tidak kering-kering. "Jadi hari ini kapal diangkat di dok, sehingga nanti air bisa terkuras habis. Dan dari Labfor Mabes Polri bisa memeriksa, bisa melihat dan mengetahui awal mula percikan api," ungkap Argo.

Argo menyampaikan, tim Puslabfor dan Inafis masih meneliti dan menganalisis penyebab kebakaran puluhan kapal penangkap ikan itu. "Hasilnya belum bisa kami sampaikan, belum keluar, karena hari ini baru bekerja. Karena kemarin kita upaya untuk menguras air sampai sore itu tidak terkuras juga. Makanya hari ini kita angkat kapal itu dan kita cek. Sekarang ini masih dalam proses," kata Argo.

Diketahui, kebakaran besar menghanguskan sekitar 34 kapal penangkap ikan, di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak, 20 unit mobil pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara serta Jakarta Barat, dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api, bersama beberapa unit kapal (water jet boat).

Berdasarkan keterangan sementara, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Namun ada beberapa orang, termasuk petugas pemadam kebakaran yang harus menjalani perawatan karena diduga terpapar asap pekat dan kelelahan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon