Seknas Prabowo-Sandi Soroti Pemberian Bansos Jelang Pemilu
Rabu, 27 Maret 2019 | 17:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) menyoroti pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Sebab, bansos dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) disalurkan menjelang Pemilu 2019.
"Kalau kita lihat tinggal tiga minggu ini makin hangat suasana. Bertebaran pula bansos-bansos yang ada," Direktur Seknas Prabowo-Sandi George Edwin saat membuka Diskusi Publik Seknas Prabowo-Sandi bertajuk "Stop Politisasi Bansos APBN!" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (27/3/2019).
George juga mengungkap, pihaknya sempat menemukan adanya bansos siluman atau di luar APBN. Contohnya berupa paket-paket kebutuhan pokok. "Paket-paket kebutuhan pokok, berisi uang, dan pasangan calon tertentu sudah mulai bertebaran," ucap George.
Secara khusus, George mengkritik bansos APBN. "Bansos APBN ini kita agak miris. Tahun 2018 pada bulan Agustus tanggal 17, ada berita dana bansos naik 100 persen, mensos (menteri sosial) berharap masyarakat pilih Jokowi (Joko Widodo) lagi. Jejak digitalnya ada, hanya mensos sudah masuk dalam," kata George.
Ketika itu, mensos masih dijabat Idrus Marham. "Sekarang dana bansos naik lagi. Bansos sampai akhir Januari mencapai Rp 15,1 triliun. Kita sebagai rakyat setuju-setuju saja kalau dana bansos untuk masyarakat," ungkap George.
George pun menyebut, "Tetapi momennya ini yang menjadi masalah. Jelang hajatan besar baru digelontorkan. Kita lihat antusias masyarakat untuk 02 (Prabowo-Sandi) luar biasa, kepada pasangan sebelah ada juga. Tapi dana bansos ini akan mengucur lebih deras tiga minggu terakhir."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




