Singapura Kembali Menggelar Festival TravelRave 2012
Kamis, 21 Juni 2012 | 13:51 WIB
Festival wisata ini akan kembali menyatukan pakar dan pelaku industri pariwisata guna memperkuat posisi Asia sebagai salah satu penggerak pariwisata global.
TravelRave sebagai Festival industri pariwisata terbesar di Asia kembali diselenggarakan ketiga kalinya di Singapura pada tanggal 15 - 19 Oktober 2012.
"Singapura siap menyambut para delegasi dan perusahaan wisata internasional untuk bertukar wawasan sekaligus menjajaki peluang bisnis baru di sektor pariwisata," jelas Jeannie Lim, Executive Director Convention & Meeting and Exhibitions & Confrence, Singapore Tourism Board dalam media roundtable di Merchantile Club, Jakarta, hari ini.
Menurut Jeannie, dalam festival wisata ini akan kembali menyatukan pakar dan pelaku industri pariwisata guna memperkuat posisi Asia sebagai salah satu penggerak pariwisata global.
"Hal ini sesuai dengan prediksi World Tourism Barometer 2012 yang dikeluarkan oleh UNWTO (United Nation Tourism Organization) yang menyatakan sektor pariwisata Asia akan bertumbuh 4 sampai 6 % di tahun ini," tambahnya.
Lebih lanjut Jeannie menyatakan, data yang dimiliki Singapore Tourism Board (STB) menyatakan sekitar 76 % jumlah wisatawan ke Singapura berasal dari kawasan Asia, dengan turis Indonesia memimpin lima pasar terbesar wisatawan yang berkunjung ke Singapura dengan total 2,6 juta pengunjung setiap tahunnya.
Sementara itu, Marc Steinmeyer, Presiden Direktur Tauzia Hotel Management menyatakan, ajang ini akan menjadi peluang yang baik dalam mempromosikan potensi pariwisata Indonesia sekaligus melihat peluang investasi yang bisa didapatkan.
"Kami sebagai perusahaan pengelola perhotelan merasa sangat gembira bisa ikut serta dalam festival ini karena banyak peluang yang bisa digarap," tambah Marc.
Dalam kesempatan yang sama, Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group menyatakan, TravelRave merupakan kesempatan emas bagi setiap pelaku industri pariwisata di Indonesia untuk bertukar wawasan dan pengetahuan bagi sesama pelaku bisnis.
"Dengan kekayaan warisan budaya serta didukung berbagai atraksi dan keindahan alam yang eksotis, Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan," tambah Budi.
TravelRave sebagai Festival industri pariwisata terbesar di Asia kembali diselenggarakan ketiga kalinya di Singapura pada tanggal 15 - 19 Oktober 2012.
"Singapura siap menyambut para delegasi dan perusahaan wisata internasional untuk bertukar wawasan sekaligus menjajaki peluang bisnis baru di sektor pariwisata," jelas Jeannie Lim, Executive Director Convention & Meeting and Exhibitions & Confrence, Singapore Tourism Board dalam media roundtable di Merchantile Club, Jakarta, hari ini.
Menurut Jeannie, dalam festival wisata ini akan kembali menyatukan pakar dan pelaku industri pariwisata guna memperkuat posisi Asia sebagai salah satu penggerak pariwisata global.
"Hal ini sesuai dengan prediksi World Tourism Barometer 2012 yang dikeluarkan oleh UNWTO (United Nation Tourism Organization) yang menyatakan sektor pariwisata Asia akan bertumbuh 4 sampai 6 % di tahun ini," tambahnya.
Lebih lanjut Jeannie menyatakan, data yang dimiliki Singapore Tourism Board (STB) menyatakan sekitar 76 % jumlah wisatawan ke Singapura berasal dari kawasan Asia, dengan turis Indonesia memimpin lima pasar terbesar wisatawan yang berkunjung ke Singapura dengan total 2,6 juta pengunjung setiap tahunnya.
Sementara itu, Marc Steinmeyer, Presiden Direktur Tauzia Hotel Management menyatakan, ajang ini akan menjadi peluang yang baik dalam mempromosikan potensi pariwisata Indonesia sekaligus melihat peluang investasi yang bisa didapatkan.
"Kami sebagai perusahaan pengelola perhotelan merasa sangat gembira bisa ikut serta dalam festival ini karena banyak peluang yang bisa digarap," tambah Marc.
Dalam kesempatan yang sama, Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group menyatakan, TravelRave merupakan kesempatan emas bagi setiap pelaku industri pariwisata di Indonesia untuk bertukar wawasan dan pengetahuan bagi sesama pelaku bisnis.
"Dengan kekayaan warisan budaya serta didukung berbagai atraksi dan keindahan alam yang eksotis, Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan," tambah Budi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




